You are currently viewing Kepala BPPSDMP Dorong Widyaiswara Support Petani Berkorporasi

Kepala BPPSDMP Dorong Widyaiswara Support Petani Berkorporasi

 

Bogor : Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi, menekankan pentingnya peran Widyaiswara dalam mensupport petani berkorporasi dalam usaha taninya.

““Membangun korporasi tidak mudah, perlu kesabaran, ketekunan, semangat dari widyaiswara untuk support kepada petani agar dapat berkorporasi dalam usaha taninya.” ujarnya dalam Pembukaan Rapat Koordinasi Penguatan Penyelenggaraan Pelatihan Pertanian, di Bogor Rabu (13/01/2021).

Lebih jauh Dedi menegaskan peluang melipatgandakan keuntungan petani dapat diperoleh dengan peningkatan nilai tambah produk. Untuk itu petani perlu berkelompok membentuk Korporasi di seluruh pelosok tanah air.

Di sinilah pentingnya peran widyaiswara untuk menyampaikan kepada penyuluh, petani, kelompok tani, gabungan kelompok tani, kelompok wanita tani, petani milenial bagaimana meningkatkan produktivitas, membangun kelompok ekonomi petani.

“ Dengan menghasilkan beras, maka keuntungan akan lebih tinggi daripada menjual gabah. Apalagi jika menjual bekatul, dedak, dan sekam dengan kemasan yang menarik dan dikirim ke konsumen yang sangat membutuhkan, tentu saja akan sangat menguntungkan. Peluang terbuka lebar,” tegasnya.

Ia menuturkan tingginya produktivitas petani dapat dipenuhi melalui respon tepat petani, kelompok tani, gabungan kelompok tani, kelompok wanita tani, petani milenial terhadap kebutuhan pasar. Paradigma tanam, petik, jual dalam usaha tani tidak lagi berlaku, dan bergeser pada peningkatan produksi melalui pemilihan input yang tepat. Pemakaian pupuk yang tepat akan membuat produktivitas meningkat 20 – 40 persen begitu pula penggunaan pestisida nabati untuk pengendalian organisme pengganggu tanaman yang dapat ditemui di lingkungan sekitar. Ditambah dengan penggunaan mesin pertanian akan memangkas 40 persen biaya produksi dan mempercepat proses produksi, sekaligus menekan potensi kehilangan panen sebesar 5 – 10 persen dengan penggunaan mesin harvester.

Dedi juga menekankan peran penting Kostratani sebagai agen dalam memacu produktivitas, meningkatkan daya saing dan nilai tambah, serta agen untuk menurunkan biaya produksi usaha pertanian.

Semua itu sejalan dengan tantangan Menteri Pertanian, Sahrul Yasin Limpo terkait tugas besar BPPSDMP yakni menyiapkan 1000 Petani Milenial dan menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan. Selain melatih Mentan berharap BPPSDMP dapat juga memagangkan para petani milenial ke Jepang untuk menghasilkan generasi muda yang siap bekerja, keterampilan untuk memanfaatkan kredit usaha rakyat (KUR) yang dapat menguatkan usaha taninya. Dengan pemanfaatan KUR, petani milenial akan termotivasi meningkatkan produktivitasnya.

“ Merupakan tugas widyaiswara lingkup BPPSDMP dengan kompetensi teknis pertanian dan manajerial untuk meningkatkan kapasitas penyuluh BPP Kostratani, petani milenial, poktan, gapoktan, KWT untuk bangkit bersama menuju Korporasi Petani di seluruh pelosok tanah air, “ ujarnya.(Osi WR/Regi – PPMKP).