Kelompok Tani Al Fata Siap Pasok Kebutuhan Bawang Putih di Bulan Ramadhan

Publikasi

Temanggung : Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengapresiasi hasil panen bawang putih petani di Kabupaten Temanggung. Ia menuturkan komoditas bawang putih di Temanggung akan dikembangkan maksimal dan diharapkan menjadi penyangga nasional.

Lahan Kelompok Tani (Poktan) Al Fata yang diketuai Bangun Sugito di Desa Petarangan Kecamatan Kledung Kabupaten Temanggung Provinsi Jawa Tengah termasuk bagian yang dipanen Mentan pekan lalu dan masih akan panen hingga awal Mei mendatang.
Bawang putih yang ditanam dilahan seluas 386 hektar adalah varietas Lumbu Kuning dan Lumbu Hijau dengan hasil 12 ton per hektar siap ramaikan pasar bawang putih jelang Ramadhan 2020.
“Hasil panen bawang putih di Petarangan cukup menggembirakan, walaupun ada hama tetapi bisa dikendalikan” kata Heriyanto Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Kledung, Senin (20/4).
Kledung Kata Heriyanto siap memasok bawang putih ke pasar guna memenuhi kebutuhan bawang putih jelang Ramadhan. Heriyanto melanjutkan dalam pendampingan kepada poktan Ia bersinergi dengan petugas POPT Lab melakukan Gerakan Pengamatan hama Pengendalian Hama Terpadu (Gerdal). Pengendalian dilakukan rutin terutama dibulan Januari karena curah hujan yang tinggi.
Kata Dia bawang putih lokal dari sisi ukuran kini sudah bisa bersaing dengan bawang putih dari luar (impor), bahkan memiliki keunggulan aroma yang lebih kuat.
“ Aroma bawang putih lokal lebih kuat, dan ukuran sekarang bisa bersaing,“ ujarnya.
Luas lahan bawang putih secara keseluruhan di Kecamatan Kledung 1134 ha, 45 ha diantaranya dibiayai APBN 2019 dan 50 hektar pembiayaannya difasilitasi oleh PT Food Station Jakarta.
Untuk menjaga mutu Penyuluh terus memberi informasi penyuluhan pasca panen yang baik, mendorong penangkar untuk bisa menyerap panenan bawang putih untuk benih musim tanam November – Desember dan membantu petani mencari pesanan langsung dari konsumen serta mengusulkan harga dasar ke Dinas untuk diteruskan ke Pusat. Harga dasar yang diusulkan ke Dinas untuk cabut basah all grade dengan kadar air 80% Rp. 12 ribu dijual dengan daun dilahan langsung, magel dengan daun Rp. 18 ribu kadar air> 30% siap simpan dan protolan Magel Rp. 21 ribu tanpa daun dengan kadar air . 30% siap dipasarkan dan menjadi konsumsi pasar. Sementera Untuk protolam kering harganya Rp. 35 ribu kadar air , 25% dan sudah diikat (kering benih) Rp. 45 ribu kadar air , 25%.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menuturkan dalam mengatasi virus covid-19 ini pertanian merupakan garda terdepan. Sebab, pemenuhan kebutuhan pangan juga berperan penting untuk menjaga imunitas tubuh.
“Kegiatan tidak boleh berhenti, bahkan peran penyuluh justru menjadi sangat penting untuk meningkatkan produksi pertanian,” kata Dedi.
Ia menyemangati para penyuluh untuk tetap aktif dan produktif mendampingi petani, agar proses budidaya di lahan masing-masing panen dan pemrosesannya berjalan dengan baik.(RG/PPMKP).