Karaos Sari, Menjaga Cita Rasa dan Mengembangkan Usaha Tanpa Riba

Featured Kuliner

Awal mulanya usaha bolen  ini didirikan atas inisiatif indra putra Ketika itu  indra masih bertempat tinggal digunung geulis . indra bersama istri  terinspirasi untuk memulai usaha ini karena disekeliling rumah mereka sangat banyak ruang dan tempat yang bisa di gunakan sebagai tempat produksi. Indra  membuat bolen atau makpia untuk di makan sendiri,kemudian dicicipi oleh keluarga dan tetangga dekat,melihat adanyanya peluamg bisnis tersebut,indra  memulai usahanya.

Usaha bolen atau pastry  yang dijalankan oleh indra adalah  merupakan usaha olahan sendiri,dan pemasarannya dijalankan oleh indra dan produksi indra dan istri . Usaha ini bisa dikatakan terus berkembang dari tahun ke tahun. Hal ini dikarenakan bolen dan makpia ini disukai oleh semua usia.

Modal awal yang dibutuhkan ketika mendirikan usaha pastry  ini hanya sekedarnya saja. Pemilik hanya membutuhkan modal untuk pembelian peralatan dan bahan baku seadanya dan pembungkus untuk produk yang telah di olah. Modal yang dihasilkan sepenuhnya berasal dari modal pemilik. produk yang dihasilkan hanya berupa satu jenis produk saja.

Awal produksi pemilik tidak banyak mengolah bahan baku mengingat pasar yang dimiliki belum terlalu luas. Pemasaran awalnya hanya didaerah Bogor, Tepatnya dibeberapa sekolah dan kios terdekat.

Pengenalan produknya juga dilakukan melalui bazaar. Disamping itu, banyak pula rekan indra  yang menawarkan untuk memasarkan produk bolen dan makpia ke berbagai tempat  sekitar tahun 2015.

Namun seiring berjalannya waktu perkembangan usaha bolen karaos sari  telah mengalami perkembangan yang cukup baik,hal ini dapat dilihat dengan pertambahan produksi dari tahun ke tahun, dan asset meningkat dibanding awal berproduksi. Namun modal yang dibutuhkan untuk membeli bahan baku semakin bertambah dibandingkan dengan modal awal pada saat produksi dijalankan.

Dari segi produksi, awalnya usaha ini hanya memproduksi produk dalam kemasan box plastic dengan tenaga kerja hanya keluarga sendiri. Ia berperan sebagai pemilik sekaligus sebagai tenaga kerja. Tahun 2015 produk tersebut disebar di bogor tepatnya di diwarung warung dan kios melalui rekannya dan kawasan Bogor sekitarnya.

Namun, saat itu indra mampu memproduksi bolen sejumlah 2000 / hari dalam jangka waktu seminggu dengan pembelian bahan baku terbatas . mengingat hasil produksi yang semakin berkembang, indra  kini memperkerjakan 9 orang tenaga kerja yang juga anggota keluarganya. Penambahan tenaga kerja diharapkan agak hasil produksinya dapat ditingkatkan sehingga jangkauan pasar semakin luas.

Perkembangan produksi dari tahun ketahun juga telah menjadikan produk ini dikenal oleh konsumen dan pelanggannya. Hal ini pula yang mengharuskan adanya suatu nama (brand) atas produk yang dihasilkan. Terhitung mulai tahun 2017, nama “karaos sari” didaftar sebagai brand atas produk putrasari. Pemberian nama untuk produk diharapkan dapat melindungi kualitas dan nama baik produknya, sehingga produk tersebut lebih dikenal dimasyarakat dan tidak menimbulkan permasalahan dikemudian hari.
Usaha Bolen dan makpia yang dijalankan oleh  indra  adalah usaha rumah tangga (home industry) yang bergerak di bidang pembuatan dan pemasaran makanan ringan .

Dapat dikatakan sebagai usaha rumah tangga karena dijalankan dirumah sendiri dan menggunakan keluarga sendiri sebagai tenaga kerja.sampai saat ini modal diupayakan dan diperoleh dari usahanya sendiri. Ia tidak menginginkan upaya penambahan modal dari pihak ketiga seperti pinjaman dari perbankan, pinjaman dari lembaga keuangan, maupun dari persahaan non bank lainnya. (*)