You are currently viewing Ka.Badan PPSDMP Harapkan Peserta Latpim Adalah Pemimpin Yang Rela Berkorban

Ka.Badan PPSDMP Harapkan Peserta Latpim Adalah Pemimpin Yang Rela Berkorban

Keterangan Foto : Kepala Badan PPSDMP Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr. saat pelepasan tanda pengenal peserta secara simbolik, dalam Penutupan Latpim Tk. III Angkatan XIV Lingkup Kementan.

 

Ciawi Bogor – PPMKP : Kisah seorang penerjun payung yang rela berkorban demi rekannya yang lain menginspirasi Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi. Kisah ini Ia dapatkan saat dirinya mengikuti Latpim Tk. III di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) 10 tahun yang lalu.
Dengan nada sedikit haru Dedi menuturkan dari dialog di video tersebut terungkap ternyata ada masalah dengan parasut salah satu penerjun, dan seseorang tiba – tiba melepaskan kaitnya, Ia rela terjatuh untuk menyelamatkan yang lainnya. Dan yang terjatuh itu adalah pemimpin dari tiga orang tersebut
“ Dari video itu dapat diambil kesimpulan begitulah seorang pemimpin,yang seharusnya. Harus rela mengorbankan jiwa dan raganya,” kisahnya. Jum’at (2/8).
Lebih jauh Ka. Badan mengatakan, pemimpin haruslah rela berkorban dan bahkan lebih banyak berkorban diantara yang dipimpinnya.
“ Kita sering lupa sebaliknya justru anak buah kita yang disuruh berkorban untuk kita, padahal seharusnya kita yang harus lebih banyak berkorban untuk mereka dan organisasi yang kita pimpin, “ katanya.
.Pemimpin juga harus menjadi manajer yang baik penuh motivasi. Ia mengingatkan pembangunan pertanian melaju dengan pesat dengan indikator dulu impor beras, tahun 2015 mengekspor beras, dulu impor jagung, 2016 swasembada. Bawang merah, cabai merah 2017 sudah swasembada bahkan sekarang bertekad komoditas strategis lain seperti bawang putih, daging, tebu untuk gulapun harus swasembada.
“ Keberhasilan itu tidak lepas dari para pemimpinnya, para manajernya dan seluruh insan pertanian yang sama – sama membangun pertanian, “ tuturnya saat menutup Pelatihan Kepemimpinan Tk. III Lingkup Kementan.
Kepada 40 peserta Ia menekankan agar mereka menjadi pemimpin yang handal di instansi masing – masing dan bisa bekerja cepat Karena di jaman sekarang pemimpin dituntut bekerja cepat, kalau tidak cepat maka akan tergilas oleh yang dipimpinnya.
“ Pemimpin harus menjadi yang tercepat dan harus didepan menggerakan anak buahnya menuju perbaikan, “ tegasnya. (RG/PPMKP)