Ka. Badan PPSDMP Dedi Nursyamsi Jadi Inspirasi Lahirnya SILPO

Publikasi

Keterangan Foto : Prof. Dr. Ir Dedi Nursyamsi, M. Agr. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian.

 

Ciawi Bogor – PPMKP : SILPO (Sistem Informasi Layanan Pelanggan Online) adalah otomatisasi hasil analisis layanan yang bertujuan mempermudah layanan laboratorium menjadi lebih cepat dan efisien.
Hal tersebut diungkap Husnain Kepala Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP), Kamis (19/9).
“ Layanan ini menjawab permintaan pelanggan dan stakeholder agar pelayanan bisa lebih cepat ,efisien, akurat dan transparan,“ ujarnya
SILPO diusung Husnain sebagai Proyek Perubahan yang disususunnya sebagai peserta Pelatihan Kepemimpinan (Latpim) Tk. III Angkatan XV Kementerian Pertanian (Kementan) yang dilaksanakan di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP).
Inspirasi SILPO datang diantaranya dari Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi yang kala itu masih menjabat Kepala Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) Badan Litbang Kementan. Dedi ungkap Husnain mengelola banyak laboratorium dan pernah juga menjadi kepala lab.
“ Dengan pengalamannya beliau mengetahui persis apa yang dibutuhkan laboratorium ini. Sehingga masukan – masukannya pada saat menjadi mentor begitu bermanfaat . Demikian juga arahan – arahannya saat saya berkonsultasi seperti apa laboatorium ini kedepannya dibawa, “ terangnya.
Otomatisasi hasil analisis layanan ini Ia katakan ke depan akan diberlakukan diseluruh laboratorium litbang, Ia menyebut Litbangtan memiliki 26 laboratorium terakreditasi dan secara nasional ada 85 laboratorium tanah sehingga banyak yang bisa menggunakan sistem ini. .Sesuai arahan kepala Badan Litbang, sistem ini akan segera diaplikasikan di seluruh laboratorium di Badan Litbang yang memiliki model yang sama untuk pelayanan.
Harapannya SILPO dapat mendukung industri pertanian 4.0, karena sisitem ini sudah otomatisasi peralatan, layanan menggunakan sistem barcode sehingga paperless karena semua sudah terkoordinasi,
SILPO mempermudah pelanggan mendapatkan layanan laboratorium yang awalnya dilakukan manual dimana yang membutuhkan pelayanan harus datang langsung ke lab, melakukan registrasi , sampel disiapkan kemudian masuk lab. Ketika hasil analisis keluar, pelanggan harus kembali untuk mengambil hasil.
Setelah dilakukan secara online dengan SILPO, dimanapun berada bisa langsung registrasi dan disaat bersamaan sampel dikirim ke lab, langsung diproses dan hasilnya bisa dicek secara online, bisa didownload sehingga pelanggan bisa mendapatkan hasil baik dalam bentuk hardcopy maupun softcopy. Demikian juga penyelesaian pembiayaan bisa dilakukan secara online.
Manfaat lain sebutnya dari SILPO akan tercipta bank data, semua hasil analisis tanah akan tersimpan yang nanti akan menjadi artificial intelegent yang sangat membantu hasil – hasil analisis apakah hasil ini ada di dalam range penilaiannya ataukah diluar sehingga nanti bisa dikembangkan.
“ Kami berharap mendapat dukungan semua pihak , ini adalah yang pertama, nanti akan ada versi – versi yang baru yang disesuaikan dengan perkembangan, “ pungkasnya. (RG/PPMKP)