Itjen Kementan Kunjungi BPPP Malingping Lebak

Publikasi

Lebak : Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Malingping Kabupaten Lebak dan BPP kecamatan Pagelaran Kabupaten Pandeglang Banten yang sedang dalam pembangunan mendapat kunjungan dari tim Inspektorat I Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Pertanian (Kementan).

Kunjungan selama dua hari (19-20 Oktober 2021) tersebut adalah dalam rangka melaksanakan reviu untuk memastikan pembangunan dilaksanakan sesuai dengan rencana dan kontrak sehingga tidak menimbulkan permasalahan dikemudian hari. Jika terpaksa ada bahan material yang berbeda hendaknya dari sisi kualitas dan harga tidaklah berbeda.

“ Kunjungan ini dalam rangka pengawasan, pengendalian untuk mendorong pembangunan agar selesai tepat waktu dan bentuk serta bahan yang digunakan sesuai dengan spek yang telah tertera dalam kontrak. Juga sebagai bukti bahwa kita serius melakukan pengawasan, “ ujar Susanto Inspektur I Itjen Kementan di Pandeglang.

Susanto menekankan agar tim teknis intern cermat dalam melakukan pengawasan bersama – sama dengan tim pengawas konsultan. Sehingga tidak terjadi perbedaan laporan Tim teknis intern dan laporan tim teknis konsultan.

Pembangunan gedung BPP Kecamatan Malingping Kabupaten Lebak dan BPP Kecamatan Pagelaran Kabupaten pandeglang yang ditargetkan rampung pada 15 November 2021, sudah dalam tahap penyelesaian (70%). Pelaksana pembangunan yakin pembangunan bisa selesai tepat waktu meski pengangkutan material untuk BPP Pagelaran terkendala perbaikan jalan. Pembangunan gedung senilai 490, 9 juta rupiah ini diawali dengan peletakan batu pertama pada 18 Agustus 2021 oleh Kepala Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor Yusral Tahir didampingi Kepala Dinas Pertanian setempat.

“ Sarana dan prasarana BPP Kostratani harus layak dan memiliki standar yang sama agar forum pembelajaran di BPP bisa berlangsung baik. Program renovasi BPP merupakan bentuk dukungan dan kepedulian bapak Mentan Syahrul Yasin Limpo untuk peningkatan pembangunan pertanian melalui perberdayaan forum penyuluh dan BPP Kostratani, “ ucap Yusral.

Dukungan sarana dan prasarana (sarpras) penyuluh pertanian menjadi prioritas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, guna meningkatkan kemudahan dan kontribusi penyuluh dalam melakukan pendampingan petani.

“ Peran penyuluh sangat menentukan peningkatan produksi dan kesejahteraan petani serta mentransformasi ilmu pengetahuan untuk pembangunan pertanian berbasis digital atau teknologi 4.0, “ ucap SYL.

Mengenai peningkatan sarpras penyuluh, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan kehadiran program Kostratani menuntut pada peningkatan sapras penyuluh atau Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), seperti perbaikan kantor BPP.

“ Penyelenggaraan Kostratani dilakukan di Balai Penyuluhan Pertanian atau BPP. BPP akan berfungsi sebagai pusat data dan informasi, pusat pembelajaran untuk penyuluh dan petani, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat konsultasi agribisnis dan pusat pengembangan jejaring kemitraan. BPP akan menjadi center of excelent semua aktivitas pertanian,” katanya.(Regi/PPMKP).