You are currently viewing Inovasi Budidaya Ayam Sehat Ala P4S Fatimah Az Zahra

Inovasi Budidaya Ayam Sehat Ala P4S Fatimah Az Zahra

Ciawi Bogor – PPMKP : Makanan sehat kini menjadi trend dimasyarakat. Trend makanan sehat tidak lagi dikonsumsi oleh sekelompok orang saja. Orang-orang mulai membangun kebiasaan hidup sehat dengan mengganti konsumsi makanan mereka dengan makanan yang lebih sehat. Tingginya kesadaran hidup sehat memancing orang–orang untuk berlomba menghasilkan produk sehat.
Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Fatimah Az Zahra di Desa Krasakageng Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan misalnya. P4S yang dikelola Sabar Iman ini mengembangkan ayam pedaging dan ayam petelur sehat.

“ Ayam pedaging kami memiliki keunggulan tidak bau anyir, berwarna pink segar dan walaupun dimasak tanpa bumbu dan tanpa minyak rasanya sudah sangat lezat, “ ujar Sabar saat dihubungi Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP), Minggu (5/4).

Selain itu dari hasil uji lab, ayam yang dihasilkannya tidak mengandung cholesterol dan nol antibiotik dengan protein tinggi (26,69), lemak rendah (11,97), mengandung Omega3, Omega6 & Omega9 (4,999) dan lain – lain. Kata Iman untuk menghasilkan ayam sehat Ia melakukan inovasi dengan treatment khusus yakni meningkatkan metabolisme ayam dengan ekstrak enzyme.

“ Dengan treatment ini fesespun tidak berbau. Dan ini benar- benar pertama di Dunia, “ ucapnya.

Tidak hanya pedaging, petelurpun sama memiliki keunggulan dapat menghasilkan telur sehat dan telah pula diuji di lab.

“Telurnya lezat, tdk bau amis/anyir, kuning telur bisa dicubit, albumin sangat tebal, meski ditaruh dekat tempat sampah tdk dikerubuti semut dan lalat. Bahkan telur ini aman dikonsumsi dengan cangkangnya, “ terangnya.

Dalam budidaya ayam sehat ini tidak diperlukan populasi yang banyak, untuk skala rumahan cukup 10 – 20 ekor tapi karena di poultry itu dijual minimal 100 ekor maka bisa patungan.
Mengembangkan ayam sehat ini tidak memerlukan lahan yang luas. Untuk 10 ekor hanya membutuhkan tempat satu meter persegi , 20 ekor dua meter persegi dan seterusnya, sehingga
Ibu rumahtangga atau yang tinggal diperkotaan bisa mencoba memelihara karena kotorannya tidak bau sehingga tidak mengganggu lingkungan.
“ Cara beternak sangat mudah, kotoran tidak bau, sehingga sangat cocok dilahan sempit seperti diperkotaan sekalipun, “ tegasnya.


Mendirikan P4S dengan spesialisasi mengajarkan budidaya ayam sehat dari mulai budidaya sampai olahan. Harapannya pemerintah atau dinas terkait mendukung ,karena selama ini masyarakat tidak bisa mengkonsumsi daging ayam yg sehat dan murah .Dengan banyaknya masyarakat terutama para ibu rumah tangga memelihara ayam sehat diharapkan ikut membantu program pemerintah dalam kemandirian pangan.
“ Yang paling utama mampu menguasai harga dari hulu sampai hilir ,meningkatkan pendapatan mereka,terutama para pelaku peternakan mandiri yang selama ini tidak bisa menentukan harga jual ,karena lemah dalam pemasaran pasca panen,” katanya.

Ayam sehat ala rumahan yang dipelihara memiliki kualitas yang lebih sehat dibanding hasil peternakan biasa. Ia yakin dipasaran akan banyak peminat dan mudah bersaing. Saat ini Sabar sudah membuka kedai olahan ayam sehat ala rumahan bekerjasama dengan Kelompok Tani penghasil beras organik.(RG/PPMKP)