Hasim Adnan : Jangan Kriminalisasi Perokok

Publikasi

Bogor, wartapakwan.co.id – Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Provinsi Jawa Barat, Hasim Adnan menyebut tindakan represif yang dilakukan Pemkot Bogor terhadap sejumlah perokok yang terjadi beberapa hari lalu sudah melebihi batas.

“Kalau yang yang merokok dikriminalisasi, ya itu sudah melebihi batas. Dan jika itu kemudian berdasarkan perda (peraturan daerah) yang berlaku itu perdanya enggak benar berarti.” Ujar Hasyim kepada wartawan saat ditemui di Bogor, Sabtu (22/9) malam.

Menurutnya perokok itu bukan kriminal dan rokok itu bukan barang yang ilegal. Hasim menilai  perda sudah melampaui batas payung hukum diatasnya yakni PP 109/2012 dan regulasi UU Kesehatan No. 36 Tahun 2009.

“Saya harus mereview perda-perda KTR ini sejauh mana implementasi lapangannya karena hasil review dari beberapa temen-temen yang konsen di isu-isu perda KTR ini ternyata banyak melampaui batas payung hukum,” kata Hasyim.

Sementara itu, salah seorang anggota komunitas Bogor Tobaco Lover, Amanda Kusuma menuturkan berlakunya tipiring bagi perokok di Kota Bogor merupakan hanya gebrakan semata.  “Dulu pernah ada kasus serupa dan itu hangat diawal saja,” tuturnya.

Ia juga mengaku geram dengan adanya perda KTR, yang menurutnya tidak efektif. Pasalnya sejak dikeluarkan peraturan tersebut hingga kini tidak disediakan tempat atau ruang bagi perokok atau tobacco lovers.

“warga Bogor juga ada yang perokok. Saya pribadi dan teman-teman di komunitas, ngabako. Jadi, ibaratnya difasilitasi juga kami para pecinta tembako ini. Toh, selama ini kami sangat memilih tempat untuk ngadu bako. Kami tahu adab dan sopan santun,” ujarnya.

Karena itu, selama masih ada tempat (untuk  ngabako, red) tidak menjadi masalah. Namun,  jika sampai dilarang mau enggak mau, ibaratnya kalau buang air kecil ya sembarang tempat karena tidak ada toilet,” tegas Amanda.

Sekedar informasi, belasan orang harus menjalani sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) usai kedapatan merokok di angkot dan Mal BTM, Kota Bogor, pada Jumat (20/9). Belasan orang tersebut kedapatan merokok dalam operasi penegakan Peraturan Daerah (Perda) Kota Bogor tentang Kawasan Tanpa Rokok. (cay)