Hasil Memuaskan Petani Lebak Denok Kota Cilegon Ketagihan Kembangkan Jagung Ungu

Publikasi

 

Cilegon : Kelompok tani Temiyang Sejati di Kelurahan Lebak Denok, Kecamatan Citangkil,Kota Cilegon Banten didampingi penyuluh berhasil mengembangkan jagung jantan yaitu jagung ketan anti oksidan (jagung ungu). Awalnya dipaksa menanam petani kini malah ketagihan menanam karena hasilnya memuaskan.

Hal ini diakui Satiri Ketua poktan Temiyang Sejati. Awalnya ia tidak berani menanam banyak jagung tersebut, itupun dipaksa oleh petugas penyuluh pertanian setempat. Selanjutnya, Satiri dan kelompoknya mencoba membudiyakan varietas jagung itu hingga panen dan merasa puas dengan hasil yang di dapat. Saat ini Satiri telah tiga kali panen jagung ungu.

“Dipaksa awalnya, dikasih bibitnya juga 200 butir. Setelah 65 hari panen dapat 40 kilogram lebih, karena tadi itukan belum berani banyak nanemnya. Tapi setelah makin kesini hasilnya cukup memuaskan juga, akhirnya yang lain juga ikut-ikutan mengembangkan, benih dan pupuk juga dari pemerintah,” kata Satiri.

Sofi Nur Prihatin Penyuluh Pertanian Kecamatan Citangkil Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Cilegon mengatakan meski awalnya dipaksa menanam kini secara perlahan Ia dapat melihat hasil dari budidaya dan semangat para petani menanam jagung ungu.

Jagung ungu harganya tinggi karena kandungan gizinya yang baik. Oleh karenanya varietas jagung ungu merupakan tanaman yang saat ini menjadi incaran di kalangan masyarakat yang sedang menerapkan pola diet untuk menurunkan berat badan.

“ Peminatnya antri, karena selain menyehatkan dengan kandungan gizinya yang baik, juga rasanya enak, “ ujarnya Senin (7/12).

Selain jagung ungu tengah dikembangkan pula tiga jenis varietas jagung lainnya yang masih belum diketahui masyarakat luas. Varietas tersebut ialah jagung putih ungu, jagung kumala, dan jenis jagung jutawan, yang semuanya merupakan varietas unggulan dan semuanya jagung ketan.

Diakui Sofi benih jagung ini masih terbatas dan yang mengembangkan juga masih sangat sedikit. Namun harga yang tinggi dan kandungan gizi yang baik diharapkan memacu semangat petani mengembangkan jagung ini. Ditambah lagi pihaknya juga turut serta memasarkan hasil pengembangan tanaman pangan tersebut guna mengendalikan harga jualnya.

“ Untuk pemasaran kita bantu petani juga, kita satu pintu. Ada pasar tani di DKPP Cilegon. Masyarakat bisa membeli hasil para petani yang kami bina di pasar ini,” jelasnya.

Menggeliatnya semangat bertani di area lahan yang terbatas di Kota Cilegon diharapkan dapat menjadi pemacu meningkatnya program ketahanan pangan nasional yang saat ini sedang digagas pemerintah.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan peran petani dalam pemenuhan pangan bagi lebih dari 267 juta jiwa masyarakat Indonesia kian meningkat. Mentan mengharapkan petani semakin pintar dalam mengelola usaha taninya. Ia berujar tidak ada pertanian yang rugi, kecuali salah manajemen. Kalau menanam seperti biasa, manajemen air diatur, varietas yang digunakan jelas, budidaya tepat, pupuk tepat, tidak akan yang salah dengan pertanian.

Kepala Badan Pengembangan dan Penyuluhan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa insan pertanian harus bisa menguasai sistem dan jejaring produksi, utamanya dalam hal supply and demand. Dengan pintar membaca apa yang menjadi kebutuhan pasar harga akan selalu terjaga.(Regi/PPMKP)