You are currently viewing Harga GKP Cocok,  Petani Cikeusik Ceria Sambut Panen Raya

Harga GKP Cocok,  Petani Cikeusik Ceria Sambut Panen Raya

Harga GKP Cocok,  Petani Cikeusik Ceria Sambut Panen Raya
Ciawi Bogor – PPMKP : Keceriaan terpancar diwajah para petani di sejumlah Desa di Kecamatan Cikeusik Pandeglang menyambut panen musim tanam pertama Desember 2019 – Maret 2020. Lelah mereka seolah terbayarkan dengan baiknya harga Gabah Kering Panen (GKP) saat ini yakni Rp. 4,300 – 4,500/Kg. Hal tersebut diungkapkan Oji Baroji Koordinator Penyuluh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Cikeusik, kepada Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP), via telepon Minggu (12/4).
“ Ditengah merebaknya Covid 19, petani bersuka cita berhasil panen, Alhamdulillah hasilnya bagus, harga cocok“ ujar Oji.
Panen dilakukan menggunakan Combine Harvester sehingga lebih efisien dan gabah yang dihasilkan berkualitas bagus dengan rendemen tinggi. Karena bagus GKP hasil Combine dihargai lebih mahal.
“ Dengan menggunakan CH lebih efisien dan gabah dihargai mahal karena kualitasnya jadi bagus dan losses bisa ditekan, “ ungkap Oji.
Mengutip penegasan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian Dedi Nursyamsi terkait penyediaan sektor pangan yang tak boleh berhenti ini menjadi wujud semangat petani terus berproduksi ditengah pandemik Covid 19.
“Sektor yang lain mungkin terhenti dengan adanya Covid 19, namun sektor pangan harus tetap berjalan, karena seluruh rakyat Indonesia membutuhkan pangan, “ tutur Prof Dedi Nursyamsi
Oji menuturkan meskipun menghadapi berbagai kendala saat tanam tetapi secara keseluruhan tidak banyak mengganggu produksi.
“ Pada waktu awal tanam petani ada kekurangan air, tetapi hal tersebut bisa diatasi dengan pompanisasi, dengan meminjam pompa dari Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang, ada juga penyakit patah leher, “ terangnya.
Luas panen padi sawah di Kecamatan Cikeusik mencapai 5,472 Ha varietas Inpari 42,32 dengan rata – rata produksi 5,8 – 6,2 ton bahkan ada yang mencapai delapan ton, seperti di Desa Rancaseneng blok Rancahideung,
“ Dalam kondisi normal petani Cikeusik ada yang mencapai produksi delapan ton per hektar. Itu di desa Rancaseneng di blok Rancahideung, “ urainya.
Produksi beras dipastikan akan terus bertambah karena sebagian besar petani diberbagai wilayah sudah memasuki masa panen raya. Menepis kekhawatiran masyarakat akan pangan ditengah pandemi Covid 19 Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menegaskan 11 kebutuhan bahan pangan dasar cukup tersedia. Untuk itu SYL meminta masyarakat tidak panic buying.


“ Saya sampaikan sesuai dengan hitungan yang sudah kami lakukan Insya Allah 11 kebutuhan bahan pangan dasar cukup tersedia asal masyarakat jangan panic buying,” kata Syahrul dalam kunjungannya di Toko Tani Indonesia Centre,
Syahrul menegaskan, Kementan bersama mitra akan saling bekerja sama dalam menyediakan stok bahan pangan di pasar. Ia juga mengajak semua pengusaha untuk turut tangan dalam menjaga stabilisasi harga di pasar.(RG/PPMKP)