You are currently viewing Hanya Dalam Tempo 21 Hari, Polresta Bogor Kota Amankan 2.520 Gram Ganja dan 57 Gram Sabu dari Tangan Tujuh Tersangka
Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Hendri Fiuser memperlihatkan barang bukti tindak pidana narkotika, dalam Press Confrence di Polresta Bogor Kota, Selasa (3/9/2019). Foto: Humas Polresta Bogor Kota for wartapakwan.co.id

Hanya Dalam Tempo 21 Hari, Polresta Bogor Kota Amankan 2.520 Gram Ganja dan 57 Gram Sabu dari Tangan Tujuh Tersangka

KAPTEN MUSLIHAT, wartapakwan.co.id – Hanya dalam tempo 21 hari, sebanyak tujuh kasus dengan tujuh tersangka dari tindak pidana narkotika berhasil diungkap jajaran Polresta Bogor Kota. Hal ini terungkap dalam konferensi pers yang digelar di Mapolresta Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor, Selasa (3/9/2019).

Press confrence pengungkapan kasus tindak pidana narkotika di wilayah hukum Polresta Bogor Kota, Selasa (3/9/2019). Foto: Humas Polresta Bogor Kota for wartapakwan.co.id

Sebanyak tujuh tersangka hasil pengungkapan kasus dari rentang 7 hingga 28 Agustus 2019 lalu terdiri dari EGS (40), HJ alias Otoy (24), DGA (21), R (27), BH (26), Fir (42), dan FNS (33). Total dari tujuh kasus tersebut, petugas mengamankan barang bukti berupa narkotika jenis sabu sebanyak 57 gram, dan jenis ganja sebanyak 2.520 gram. Para tersangka melanggar Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 111 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Kami tidak akan pernah berhenti memerangi kejahatan narkotika. Terbukti, dalam rentang 21 hari saja terungkap tujuh kasus dengan tujuh tersangka. Mohon doa dan dukungan warga Bogor, agar kami senantiasa bisa melindungi, melayani dan mengayomi masyarakat,” jelas Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Hendri Fiuser S.I.K. M.hum kepada wartawan.

Menurut Hendri, jajarannya tidak hanya melakukan penindakan terhadap tindak pidana narkotika, namun juga melakukan upaya-upaya pencegahan berupa penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkotika di lingkungan pelajar dan mahasiswa. “Mereka (pelajar dan mahasiswa,red) merupakan salah satu target sasaran dari para pengedar. Karena itu, melindungi generasi muda, sama dengan melindungi masa depan bangsa,” pungkasnya seraya meminta para orangtua untuk ikut peduli dan memperhatikan pergaulan putra-putri mereka. (CAY)