Halal Bihalal PPMKP : Sangat Mulia Jika Kita Menjadi Manusia Pemaaf

Publikasi

 

Ciawi Bogor – PPMKP : Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) menggelar acara Halal Bihalal, seluruh pegawai, Senin (10/6).
Acara yang juga dihadiri peserta Pelatihan Kepemimpinan Tk.III Lingkup Kementerian Pertanian ini mengusung tema Pererat Silaturahmi, Guna Menjaga Solidaritas Menuju Prestasi Bersama. Dalam sambutannya Heri Suliyanto Kepala PPMKP berpesan agar moment halal bihalal ini dimanfaatkan untuk membangun silaturahmi dan menguatkan solidaritas antar karryawan agar tercipta suasana yang harmonis dalam bekerja.
Heri menyampaikan agar maaf memaafkan di moment ini memberi dorongan positif untuk seluruh jajaran di PPMKP.

Halal Bihalal PPMKP : Sangat Mulia Jika Kita Menjadi Manusia Pemaaf.

“Mudah mudahan dengan kita saling ikhlas memaafkan, akan mempererat silaturahim dan menguatkan solidaritas, “ ujarnya.

Sementara itu Endang Muslihat dalam tausyiahnya di acara tersebut mengungkapkan dari segi bahasa halal bihalal ini berasal dari kata halal yang mengartikan menyelesaikan masalah, meluruskan benang yang kusut, menjernihkan air yang keruh. Ia menuturkan Halal bi halal sudah menjadi tradisi di Indonesia. Walaupun kata halal bi halal merupakan kata dari Bahasa Arab, namun orang Arab tidak akan mengerti maknanya karena halal bi halal ini hanya ada di Indonesia dan merupakan kreasi sendiri orang Indonesia.

“ Makna halal bi halal bertujuan untuk menciptakan keharmonisan antar sesama manusia. Jadi walaupun merupakan kata kreasi tersendiri dari orang Indonesia, hakikat halal bi halal adalah hakikat ajaran Al-Quran, “ tuturnya.

Tentang saling memaafkan dijelaskan Endang ada satu hal yang tidak boleh dilupakan di hadapan kita ada dua hak. Hak Allah dan hak sesama hamba. Kemurahan Allah dan kemudahan-Nya mengampuni itu bila hal itu berkaitan dengan hak-Nya. Apabila menyangkut hak sesama hamba, keadilan-Nya menentukan bahwa Ia tak akan mengampuni sebelum di antara sesama hamba itu menyelesaikan urusan mereka. Artinya, apabila kita punya kesalahan kepada sesama hamba, Allah tak akan mengampuni sebelum hamba yang bersangkutan memaafkan kesalahan kita
Dosa kepada sesama manusia lebih berat daripada dosa kepada Allah.
“ Namun demikian, sangat mulia jika kita menjadi manusia pemaaf. Dalam surat An – Nur ayat 22 Allah berfirman Hendaklah mereka memberi maaf dan melapangkan dada, tidakkah kamu ingin diampuni oleh Allah? ” jelas dosen di Universitas Djuanda ini.
Ia menambahkan memaafkan merupakan salah satu karakter orang bertakwa yang Allah
Janjikan balasan berupa ampunan dan Syurga.

Puncak acara yang diselenggarakan di Aula Gedung Bina Karakter PPMKP ini berupa ramah tamah yang dimulai dengan saling bersalaman antara karyawan diiringi lagu – lagu religi yang dinyanyikan bintang tamu Fiji Voice. (RG/PPMKP)