Hadir di PPMKP Mentan Buka Latpim TK. IV

Publikasi

Menteri Pertanian Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman, MP.

Ciawi Bogor – PPMKP : Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman hadir di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) membuka Pelatihan Kepemimpinan (Latpim) Tk. IV Angkatan 21 Kementerian Pertanian (Kementan) , Selasa (24/9).
Mentan memberikan arahan dan pembekalan kepada 40 orang peserta Latpim dan Peserta Latsar CPNS Lingkup Kementan.
Mengawali arahannya Mentan menyampaikan ada tiga kalimat yang selalu terngiang ditelinganya, yakni pegawai tidak boleh kaya, kalau kaya biasanya kurang pendidikan dan peneliti biasanya miskin. Tiga kalimat yang dianggap mitos oleh Mentan ini membuat dadanya berkecamuk dan bertekad untuk menggugurkan mitos tersebut.

Keterangan Foto : Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman diantara peserta h Latpim Tk. IV Angkatan 21 Kementan.

“ Untuk menggugurkan mitos itu saya bersekolah, berbisnis dan menjadi pegawai, sekarang bisa lihat hasilnya, “ ungkapnya.
Menjadi Pegawai Negeri Sipil bisa menjadi kaya tanpa korupsi caranya dengan memanfaatkan hari libur untuk bekerja.
“ Jadi PNS bisa kaya, manfaatkan Sabtu – Minggu bekerja 20 jam. Kami tidak punya jam. Itu yang saya lakukan sejak jadi pegawai sampai jadi Menteri sekarang, Bahkan ada yang bilang mungkin pak Menteri ga bisa beli jam. pesawatpun bisa saya beli. Bukan itu persoalannya, “ ujar Mentan.
Menurut Mentan jam itu sangat mengganggu.
“ Matahari berputar sama saja hanya kita sendiri yang membedakan ini siang ini malam. Siang malam sama saja tak perlu dibedakan, Ingat, kita bertanggungjawab pada pangan 260 juta orang, setiap hari setiap malam, “ imbuhnya
Ditegaskan Mentan menjadi pemimpin itu sederhana, pertama jangan terlambat, Ia menuturkan selama Ia bekerja dirinya hanya satu kali pernah terlambat. Itulah yang membuat Ia bisa menjadi Menteri.
“ 15 tahun saya bekerja, hanya pernah terlambat satu kali, terlambat lima menit, tetapi biasa kerja sampai tengah malam, “ tuturnya.
Mentan menegaskan Diklatpim tidak akan merubah kalau tidak ada niat dari diri ingin berubah.
“ Seribu kali anda ikut diklatpim kalau tidak ada niat merubah maka tidak akan pernah bisa berubah, “ tegasnya
Menjadi pemimpin juga dituntut untuk dapat membuat atasan nyaman dan tersenyum setiap saat serta bekerja total sehingga akan membuat atasan merasa bersalah jika tidak mengangkat.
“ Buat atasan anda sedih jika anda tidak ada di kantor, jangan terbalik. Atasan sedih kalau anda datang, kalau seluruh yang anda buat sudah baik, seluruh kewajiban sudah tunai lakukan yang sunah sehingga akan membuat atasan anda merasa bersalah jika tidak mengangkat anda “ tegasnya. (RG/PPMKP)