You are currently viewing Gelar Sosialisasi 4 Pilar, Diah Pitaloka Sorot Program PTSL

Gelar Sosialisasi 4 Pilar, Diah Pitaloka Sorot Program PTSL

Anggota DPR/MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Diah Pitaloka tengah memberikan keterangan kepada wartawan terkait Program PTSL di Gumati Cafe & Resto Jalan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Senin (21/01)

wartapakwan.co.id, BOGOR TENGAH – Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) menjadi perhatian Anggota DPR/MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Diah Pitaloka.

Hal itu disampaikan Diah saat menggelar sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika di Kota Bogor yang dilaksanakan di Gumati Cafe & Resto Jalan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Senin (21/01)

Menurutnya, masyarakat di Kota Bogor kesulitan saat ingin mengurus sertifikat tanah. Pasalnya status tanah di Kota Bogor mayoritas belum bersertifikat atau belum dipecah.

“Ini membuat proses sertifikasinya yang susah atau memang daerah aliran sungai, satu yang saya lihat antara sertifikasi dan tata ruang serta fungsi ruang itu sangat berhubungan,” tuturnya pada wartapakwan.co.id

Sedangkan, lanjut Diah, bicara status tanah sangat berhubungan dengan sejarah tanah. Pencatatan sejarah tanah ini yang kita harapkan dipunyai oleh BPN (Badan Pertanahan Nasional) apalagi sejak jaman kolonial.

“Yang paling urgent sebetulnya Bogor punya peta tanah atau tidak karena diatas peta tanah itu baru kita bisa menyusun status kepemilikan tanah kalau status kepemilikan tanah itu ada baru mereka bisa bicara legalitas berupa sertifikasi,” ujar Diah.

Pihaknya menyebut, harus adanya peran strategis dari Kementerian Tata Ruang dan Agraria yang dahulu bernama BPN meskipun fungsinya sama yaitu pencatatan tanah.

“Pemerintahanan yang sifatnya punya hirarkinya bentuk vertikal (pusat dengan daerah) bagaimana sebetulnya integritasi dengan tata ruang Kota dengan BPN dalam mengurusi PTSL yang pastinya mengacu pada peta tata ruang yang disusun oleh Pemerintah Kota Bogor,”

Dalam kegiatan tersebut Diah mengaku banyak keluhan masyarakat yang ia terima terkait PTSL bahwa program tersebut kerap dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Tadi juga ada masukan terkait pungli PTSL saya usulkan untuk melaporkan kepada tim saber pungli kalau memang masyarakat memberikan informasi bahwa itu seharusnya tidak ada pungutan,” tandasnya.

Reporter : Bambang Supriyadi
Editor      : Bambang Supriyadi