You are currently viewing Gelar Seminar Jurnalistik, Mahasiswa FISIB Unpak Datangkan Jurnalis Profesional

Gelar Seminar Jurnalistik, Mahasiswa FISIB Unpak Datangkan Jurnalis Profesional

Arbain Rambey Fotografer Senior Tengah Memberikan Materi Foto Jurnalistik, Minggu (16/12).

wartapakwan.co.id, BOGOR TENGAH – Kelas karyawan konsentrasi humas semester 5 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Universitas Pakuan menggelar Seminar Jurnalistik dengan tema ” journalism way of life” yang berlangsung di Gedung Kemuning Gading, Kota Bogor, Minggu (16/11)

Seminar tersebut menghadirkan Para Jurnalis senior yang berpengalaman di dalam bidangnya masing- masing seperti, Maman Suherman yang merupakan Senior Jurnalistik, Penulis, Konseptor Progam Televisi dan Konsultan Media, Ratih Siti Aminah selaku Dosen dan Praktisi Jurnalistik, dan yang terkahir menghadirkan Arbain Rambey Fotografer Senior Kompas.

Ketua pelaksana, Dewi Juhartiningsih menjelaskan seminar ini memberikan tiga tema yang berbeda- beda mulai dari penjelasan program televisi, tentang jurnalistik serta tentang fotografi jurnalis.

“Kami menghadirkan tiga pembicara dalam lingkup jurnalistik agar yang hadir dapat mengetahui dan paham mengenai dunia Jurnalistik.” Ujar Dewi Kepada wartapakwan.co.id.

Sementara itu pembicara fotografi jurnalistik, Arbain Rambey mengatakan workshop jurnalistik di era sekarang sangat perlu karena semua orang bisa menjadi wartawan.

“Tren jurnalistik adalah profesi yang dapat di anut oleh semua orang, ada citizen jurnalis, karena tidak semua peristiwa sekarang ada wartawannya,” paparnya.

Namun, lanjut Arbain, performnya tidak semua orang paham jurnalism itu seperti apa, kendati demikian melalui workshop jurnalistik untuk umum dapat memberi pemahaman bahwa ini jurnalistik sebenarnya.

“Jadi apa itu fakta, apa itu opini harus bisa dipisahkan jadi kalau semua orang bisa jadi wartawan dunia ini enak semua info sumbernya banyak dan bisa dipercaya,”

Menurutnya pemahaman jurnalistik terbagi menjadi dua, yakni bahasa gambar dan bahasa tulis masing-masing memiliki kelebihan serta kekurangan. Ada hal yang bisa ditulis tetapi tidak bisa digambar begitu pun sebaliknya.

“Wajah orang tidak bisa ditulis tetapi harus difoto sebaliknya situasi enggak bisa difoto harus ditulis, misalnya rupiah menguat bagaimana fotonya. Jadi dalam workshop ini saya menekankan ke bahasa gambar, bahasa visual bagaimana kita bercerita sesuatu dengan gambar,”

Ia pun berharap seluruh masyarakat dapat menguasai ilmu jurnalistik agar dapat meminimalisir berita hoax.
(Irex/wartapakwan.co.id)