Gelar PKP, PPMKP Latih ASN Lintas Instansi

Publikasi

 

Ciawi Bogor – PPMKP : Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) menggelar Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan I Non Kementerian Pertanian (Kementan), di Asrama Tirta PPMKP, 3 Agustus – 20 November 2020.

Pelatihan diikuti 34 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai instansi, yaitu Setjen MPR RI, Kemenko POLHUKAM, BAKAMLA, dan BPOM RI.

Kegiatan tersebut, dibuka langsung Kepala PPMKP Yusral Tahir, didampingi Pejabat Pengawas dan Administrator serta Fungsional PPMKP dan tamu undangan Kepala Bagian Kepegawaian BAKAMLA, Winardi, Kepala Subbidang Perencanaan dan Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Manajerial dan Sosial Kultural Badan POM RI, Kepala Subbagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Setjen MPR.

Yusral Tahir mengatakan tujuan penyelenggaraan PKP ialah menciptakan sosok pejabat pengawas yang mempunyai kompetensi manajerial.

“Hal ini untuk menjamin terlaksananya akuntabilitas jabatan pengawas yang merupakan kemampuan dalam mengendalikan kegiatan pelaksanaan pelayanan publik, yang dilakukan oleh pejabat pelaksana sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP),” ucap Yusral.

Ditengah pandemic Covid-19 masih harus terus diwaspadai seiring dengan masih munculnya cluster baru diberbagai wilayah di Indonesia, Ia berharap peserta tetap dapat mengikuti pelatihan dalam keadaan sehat dan pada saatnya dapat lulus dengan nilai terbaik.

Iapun mengajak para peserta PKP agar selalu menjaga kesehatan, bangun pagi, olah raga, menggunakan masker, rajin cuci tangan, dan jaga jarak.

“ Menggunakan masker, rajin cuci tangan dan menjaga jarak merupakan Standar Opersional Prosedur (SOP) yang harus kita lakukan pada PKP saat ini, “ ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama Eri Herlina Kepala Seksi Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan menyampaikan pelatihan di era new normal saat ini berbeda dengan metode pelatihan-pelatihan sebelumnya. Selain menggunakan metode klasikal juga menerapkan pola pelatihan dengan metode virtual.

“ Pelatihan menggunakan metode klasikal pada 3 – 7 Agustus, metode virtual dalam bentuk webinar 10 – 15 September, bimbingan di tempat kerja, bimbingan proyek perubahan dan seminar akhir “ ucapnya.

Eri melanjutkan saat pembelajaran metode klasikal dengan tatap muka dikelas panitia, pengajar dan peserta, wajib menerapkan protokol Covid seperti penggunaan masker, face shield dan menjaga jarak serta membatasi interaksi yang tidak diperlukan.(Yudi Ilyassa/Regi – PPMKP)