Gelar Pelatihan Petani dan Penyuluh, Kementan Terus Dorong Produktivitas Pertanian

Publikasi

CIAWI – BOGOR Pelatihan Petani dan Penyuluh Gelombang 5 dilaksanakan di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian secara virtual melalui zoom dan streaming Youtube Senin (9/8/2021). Di moment istimewa ini, Dedi Nursyamsi, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, kembali mengajak para petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian untuk mendorong komoditas pertanian Indonesia berdaya saing di pasar lokal maupun global.

Dedi mengingatkan kembali pentingnya peningkatan produktivitas sebagai kunci tumbuhnya daya saing produk pertanian. “Bapak Presiden menegaskan bahwa petani harus meningkat kesejahteraannya. Bahwa pertanian harus memberikan pendapatan yang signifikan terhadap kesejahteraan petani. Bahwa produk pertanian Indoensia harus kompetetitif, harus berdaya saing.”

“Bagaimana cara meningkatkan daya saing? Peningkatan produktivitas adalah menjadi kunci. Bagaimana menekan biaya produksi sebanyak-banyaknya.” lanjutnya.

Hadirnya teknologi mendorong peningkatan efisiensi sehingga mampu menekan biaya produksi yang akan bermuara pada meningkatnya daya saing produk pertanian. “Dan ini adalah tugas kita semua, Tugas Kementerian Pertanian, Penyuluh, dan Petani untuk bersama – sama meningkatkan produktivitas pertanian!”

Hal yang sama ditegaskan Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pertanian “Pertanian yang dilakukan dengan baik dan benar tidak akan mendapatkan kerugian” pada momen Pembukaan Pelatihan Penyuluh dan Petani pekan lalu.

Dalam rangka peningkatan produktivitas pertanian, pemerintah hadir dengan regulasi dan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar dapat dimanfaatkan petani untuk mengakselerasi produksi. Bahkan, diketahui bahwa di masa pandemi, capaian KUR dinilai positif , mencapai 98 %.

Pada gelombang lima ini, Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian menghadirkan Siswoyo dari Direktorat Pembiayaan Pertanian, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian. Dalam materinya, Fasilitasi KUR untuk Penguatan Permodalan Pembiayaan Usaha Tani, Siswoyo menggaris bawahi keunggulan KUR sektor pertanian yaitu bunga rendah 6% per tahun dan syarat agunan tambahan yang mudah.

Dilanjutkan dengan materi Strategi KUR, Tesalonika Simanjuntak dari pihak perbankan menyampaikan tujuan KUR untuk meningkatkan dan memperluas penyaluran KUR kepada usaha produktif, meningkatkan kapasitas daya saing mikro dan menengah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Ia mengungkapkan bahwa Bank Mandiri sangat serius dalam memfasilitasi sektor pertanian, dibuktikan dengan sektor pertanian menyumbang 27,73 % dari proporsi penyaluran KUR Bank Mandiri pada tahun 2021.

Pada akhir acara, Kepala Pusat Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian, Yusral Tahir kembali mengapresiasi antusiasme peserta “Terimakasih atas partisipasinya, saya lihat sangat giat – semangat sekali, kita terapkan juga semangat tersebut di lapangan.” Yusral berharap kegiatan ini dapat memacu petani Indonesia untuk menjadi produsen produk pertanian internasional, menjadi lumbung pangan dunia. (Osi/ Regi/ PPMKP)