You are currently viewing Gelar Latsar CPNS, PPMKP Terapkan Metode Blended Learning 

Gelar Latsar CPNS, PPMKP Terapkan Metode Blended Learning 

 

Bogor : Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor menyelenggarakan Pelatihan Dasar (Latsar) calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2021 metode Blended learning. Metode ini merupakan pelatihan terpadu yang mengkombinasikan antara metode klasikal dan distance learning dan pelatihan mandiri.

Latsar bagi CPNS Gelombang I, 22 Februari – 27 April 2021 yang sedang berlangsung diikuti oleh CPNS Kementerian Pertanian Kementan) sebanyak 37 orang dan CPNS dari Badan Keamanan Laut (Bakamla) 119 orang. Gelombang II, 01 Maret – 04 Mei dan Gelombang III, 08 Maret – 28 Mei berasal dari Kementan dengan jumlah 257 CPNS dan Badan Tenaga Atom Nasional (Batan) 40 orang.

Sebelumnya, latsar diatur hanya dapat dilakukan secara klasikal (dalam kelas dan diasramakan). Namun sekarang, berdasarkan Peraturan Lembaga Administrasi Negara (PerLAN) No.1 Tahun 2021, Tentang Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil, Latsar CPNS dapat juga dilakukan secara Blended Learning.

Berbicara dalam Pembinaan Pegawai Lingkup PPMKP beberapa waktu lalu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi meminta PPMKP melakukan transformasi metode pelatihan ke yang modern. Ia mengharapkan dengan metode ini akan dihasilkan aparatur pertanian berjiwa entrepreneurship tinggi, profesional, dan berdaya saing.

Dedi mengatakan transformasi bisa dimulai dari Latsar CPNS yang lebih banyak diisi generasi milenial. Generasi ini kata Dedi memiliki ciri kritis, cerdas, cepat dan menguasai IT.

“ Untuk menciptakan atau mencetak SDM yang modern, dibutuhkan pelatih dan Widyaiswara yang modern, “ ungkap Dedi.

Kepala PPMKP Yusral Tahir optimis dapat menjalankan tugas mulia menghasilkan dan melatih aparatur pertanian seperti yang diharapkan. Transformasi metode pelatihan modern dilaksanakan salah satunya dalam latsar CPNS 2021.

“ Untuk menghadapi penerapan e-learning pada latsar CPNS, widyaiswara PPMKP sebagai fasilitator telah mengikuti pesatnya perkembangan teknologi informasi untuk mewujudkan Birokrasi Berkelas Dunia (World Class Bureaucracy), “ ucap Yusral.

Widyaiswara menguasai teknologi informasi dalam rangka berperan serta mewujudkan efektivitas dan efisiensi birokrasi di era disruptive teknologi dan inovasi yang sedang berlangsung saat ini maupun di masa yang akan datang.

Kata Yusral widyaiswara PPMKP memiliki kompetensi untuk melakukan sejumlah terobosan strategi penerapan metode dan pendekatan pembelajaran model e-learning yang diperuntukan bagi latsar CPNS.

Dalam beberapa kesempatan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menegaskan peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu fokus Kementan.

“ Salah satu fokus kita adalah meningkatkan kualitas SDM. Dengan SDM yang berkualitas tersebut, kita akan meningkatkan pertanian,” ujarnya. (Regi/PPMKP).