You are currently viewing Gandeng UTD PMI Kabupaten Bogor, PPMKP Gelar Donor Darah

Gandeng UTD PMI Kabupaten Bogor, PPMKP Gelar Donor Darah

Keluarga besar PPMKP mendonorkan darahnya untuk kemanusiaan.

Ciawi – PPMKP : “ Dengan rutin mendonorkan darah badan jadi terasa segar, enteng aja rasanya”, hal tersebut diungkapkan Iim Halim pegawai Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP), usai mendonorkan darahnya dalam acara Donor Darah kerjasama PPMKP dan PMI UTD Kabupaten Bogor di Klinik PPMKP Ciawi, Jumát (11/1). Kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap tiga bulan ini tidak pernah sepi dari peminat, baik pegawai lingkungan PPMKP maupun masyarakat luar. Walaupun tidak semua lolos dapat mendonorkan darahnya karena tidak memenuhi syarat, calon pendonor tidak pernah putus asa terus mencoba setiap acara ini digelar. Seperti diungkapkan Yunus,Pegawai bidang Evaluasi dan Pelaporan PPMKP dirinya sudah mencoba dua kali dan gagal mendonorkan darahnya baru kali ini ia lolos dan bisa diambil darahnya.
“ Saya sudah dua kali mencoba, tapi selalu gagal baru sekarang lolos, rasanya senang bisa mendonorkan darah saya,” ujarnya.
Yunus menuturkan dua kali gagal itu karena tekanan darah pada saat akan mendonor tinggi. Untuk menjadi seorang pendonor memang harus memenuhi beberapa persyaratan seperti dituturkan Muhamad Fuad Kepala Bidang Pelayanan PMI UTD Kabupaten Bogor,
“ Untuk jadi pendonor saat donor si calon harus dalam keadaan sehat dalam arti tidak demam, tidak batuk, flu atau alergi,” Jelasnya.

Lebih jauh diuraikan Fuad selain harus dalam kondisi sehat, calon donor juga memenuhi syarat dalam hal usia yaitu usia 17 – 60 tahun, berat badan minimal 45 kg, kadar haemoglobin2 12,5 gr% – 17gr%. Tekanan darah juga harus dalam kondisi stabil, dan untuk wanita tidak sedang haid. Untuk mengetahui apakah calon pendonor memenuhi persyaratan tersebut terlebih dulu calon pendonor diharuskan mengisi formulir dan mengikuti prosedur pemeriksaan. Pemeriksaan lebih lanjut akan menentukan apakah calon pendonor memenuhi syarat atau tidak.
“ Bisa tidaknya seseorang menjadi pendonor nanti berdasarkan hasil pemeriksaan, setelah mengisi formulir, kalua tidak memenuhi syarat akan ditolak “ Terang Fuad.
Sementara itu para pendonor darah ketika ditanya mengapa mau mendonorkan darah rata – rata peserta menjawab manfaat bagi tubuh terasa lebih sehat karena darah berganti dengan yang baru dan ini adalah sebagai wujud kepedulian dan sukarela dalam membantu sesama seperti diungkapkan Irwan yang secara rutin mendonorkan darahnya. “ Selain untuk kesehatan, pegel – pegel hilang,ga pernah kolesterol tinggi, tekanan darah juga stabil, saya ingin membantu yang membutuhkan darah, “ Jelasnya. (PPMKP)