Dua P4S Binaan PPMKP Masuk Nominasi P4S Berprestasi 2019

Featured Publikasi

 

Ciawi Bogor – PPMKP : Sebanyak Sembilan P4S dengan kategori, Utama, Madya dan Pemula berhasil terseleksi dan menjadi calon P4S berprestasi tahun 2019.

Dua dari Sembilan P4S merupakan binaan Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP), yakni P4S Manunggal Tani kecamatan Trucuk kabupaten Klaten dikelas Utama dan P4S Ngudi Laras kecamatan Mojosongo kabupaten Boyolali. Di kelas Pemula. Maryanto pengelola P4S Manunggal Tani yang dihubungi melalui telepon, Selasa (29/1), mengatakan dirinya merasa siap untuk mengikuti seleksi akhir penilaian P4S berprestasi di tahun 2019 ini. Menurutnya P4S yang didirikan pada 3 Januari 2005 ini akan berjuang semaksimal mungkin dengan mempresentasikan capaian – capaian yang sudah diraih Manunggal tani.
“ Kami siapkan data – data konkrit sesuai dengan unggulan P4S diantaranya pupuk organik, pestisida nabati dan pengelolaan tanaman padi, “ jelasnya.
Maryanto yang juga merupakan ketua FK – P4S provinsi Jawa Tengah ini menambahkan data – data konkrit dimaksud adalah dukungan administrasi, foto – foto kegiatan, piagam – piagam penghargaan dan program – program nyata memberdayakan petani.
“ Dari sisi sarana dan prasarana sebagai P4S kelas Madya Manunggal Tani memiliki ruang belajar yang dapat menampung 40 peserta, penginapan untuk 60 orang didukung juga sarana belajar seperti kursi, lahan praktek dll yang memadai, “ terangnya.
Mengenai program mandiri P4S nya Maryanto melanjutkan program – programnya dilengkapi dengan paket – paket menarik diantaranya paket wisata pertanian dimana disela – sela pelatihan peserta akan diajak mengunjungi lahan – lahan pertanian yang berbeda dan unik, sementara paket religi peserta akan diarahkan mengunjungi lokasi – lokasi masjid bersejarah, Walisongo dll. Paket religi ini didasari prinsip dalam bertani ada hubungan yang erat antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam atau tanaman dan manusia dengan manusia. Selain itu P4S Manunggal Tani juga memiliki program Sodakoh Ilmu yang diselenggarakan setiap hari Jumát. Dalam program ini peserta dibebaskan konsultasi, praktek dan latihan secara gratis. Dalam hal pelatihan P4Snya sudah melatih banyak petani dari berbagai wilayah selain Jawa Tengah yakni dari NTB, Kalimantan dll. Sejumlah penghargaanpun telah berhasil diraih salah satunya Piagam Penghargaan dari Menteri Pertanian yang diraih di tahun 2017 atas kiprahnya mendukung pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan. Walaupun saat mendirikan P4S dirinya tidak berorientasi pada penghargaan semata tetapi lebih pada pengabdian kepada masyarakat tetapi Maryanto optimis jadi yang terbaik karena kiprah Manunggal Tani sudah dibuktikan secara organisasi maupun terhadap masyarakat.
Sementara itu P4S Ngudi Laras didirikan tahun 1998 juga memiliki peluang menjadi yang berprestasi untuk kategori tingkat Pemula. Optimisme ini muncul karena selain sudah memiliki fasilitas yang cukup memadai juga karena keberhasilan Ngudi Laras membina tujuh kelompok tani. P4S yang dikomandani oleh Prapto Wiyono ini memiliki unggulan pertanaman pepaya dan pengembangan tanaman hortikultura diantaranya cabe merah. Sebagai ketua P4S Prapto Wiyono juga layak mendapatkan apresiasi karena diusianya yang sudah tidak muda lagi yakni diatas 60 tahun masih bersemangat mengabdi melalui program – program P4S Ngudi Laras. Sejumlah dokumen, photo kegiatan, video aktivitas pelatihan dan Bertani sudah disiapkan untuk mengahadapi tim penilai.. (PPMKP)