DPR Himbau Petani Tak Segan Bentuk Kelompok Tani

Publikasi

Ciawi Bogor : Komisi IV DPR RI menghimbau agar petani tidak segan membentuk kelompok dan bekerjasama dalam berusaha tani.
Hal tersebut disampaikan Ichsan Firdaus Anggota Komisi IV DPR RI dalam pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Petani Kabupaten Bogor di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor, Minggu( 10/10/2021).
Kepada 120 petani dari berbagai wilayah kecamatan di Kabupaten Bogor Ichsan mengutarakan berkelompok itu sangat penting karena bisa menjadi sarana bertukar informasi antar petani disatu wilayah bahkan luar wilayah. Kebutuhan di satu wilayah yang tidak terpenuhi bisa dipenuhi dari wilayah lain.
Ia menegaskan petani di Kabupaten Bogor banyak memiliki keunggulan bahkan sudah banyak yang mampu menghasilkan produk berkualitas ekspor. Namun ada hal – hal yang perlu ditingkatkan yaitu akses pasar. Dengan berkelompok inilah akses tersebut dapat ditembus.
“ Kabupaten Bogor punya potensi untuk menjadi pemasok paling tidak untuk wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat, namun karena bekerja sendiri – sendiri tidak berkelompok maka informasi itu tidak tersebar, “ ucapnya didampingi Kepala PPMKP Yusral Tahir.
Menurut Ichsan untuk mendorong agar petani mau berkelompok solusinya adalah dengan meningkatkan pemahaman petani akan manfaat berkelompok, pemahaman berkelompok yang baik, bekerjasama satu dengan yang lain melalui bimtek.
“ Petani manfaatkan bimtek ini untuk belajar. Pelatihan ini menjadi satu tempat bagi petani meningkatkan kapsitas, “ serunya.
Dalam sebuah kesempatan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menerangkan peningkatan produktivitas dan daya saing adalah hal pertama dan utama yang mesti diupayakan. Peningkatan daya saing kata Mentan, erat kaitannya dengan SDM. Untuk meningkatkan daya saing kapasitas, insan pertanian terus digembleng melalui pelatihan-pelatihan, baik kekhususan maupun tematik.

” Jika SDM pertanian kita andal, saya yakin dan optimistis daya saing kita juga akan terangkat. Tentu kita bisa bekerja dengan memanfaatkan teknologi, inovasi, jejaring dan kerja sama yang kuat,” ujar Mentan SYL.

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi menegaskan sekarang bukan lagi jamannya petani bekerja dan berusaha tani sendiri-sendiri. Diawali dengan membentuk kelompok-kelompok tani petani diajak untuk membentuk korporasi petani.

“ Petani abad 21 di era digital 4.0, kolotnial maupun milenial, seharusnya tidak lagi berfikir tanam, petik lalu jual maka bentuklah korporasi. Saham korporasi dari petani, dukung dengan inovasi dan mekanisasi, agar menguasai pertanian dari hulu ke hilir sebagai bisnis bukan sekadar bertani,” himbaunya. (Regi/PPMKP).
.