Dinkes Kab.Bogor Siapkan Yankes Bagi Calhaj Tahun 2017 dan Sosialisasikan Permenkes No. 15 Tahun 2016 Tentang Istithaah

Featured Publikasi
Kabid P2P DinkesKab.Bogor dokter Agus Fauzi saat memberikan materi pada Rakor bersama Kemenag, MUI dan FK-KBIH pada Senin (3/4/2017). Foto/grafis: wartapakwan.co.id

Menyambut pelaksanaan musim haji tahun  2017 yang semakin mendekat, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menggelar Rapat Koordinasi bersama Kementrian Agama Kabupaten Bogor, MUI Kabupaten Bogor, Forum KBIH Kabupaten Bogor dan UPT Puskesmas se-Kabupaten Bogor yang berlangsung di Aula Dinkes Kabupaten Bogor, Jalan Tegar Beriman, Cibinong pada Senin (3/4/2017).

Mengapa diperlukan rapat koordinasi? Hal ini karena ibadah haji merupakan ibadah yang mensyaratkan kondisi (kesehatan) fisik dan mental yang prima sesuai dengan firman Allah SWT pada QS Âli ‘Imrân [3]: 97). “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah” (QS Âli ‘Imrân [3]: 97).

Kata sanggup disini, selain menyangkut mampu dalam hal finansial, juga terkait dengan kesanggupan kondisi kesehatan fisik dan mental para calon jamaah haji. Oleh karena itulah, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor melalui Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) menggelar rakor dengan melibatkan Kementrian Agama Kabupaten Bogor, MUI Kabupaten Bogor, KBIH Bogor dan UPT Puskesmas se Kabupaten Bogor.

Kepala Bidang P2P Dinkes Kabupaten Bogor, dr. Agus Fauzi mengatakan Rakor ini merupakan upaya terjalinnya koordinasi dengan Kemenag, MUI Kabupaten Bogor, dan kerjasama dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) yang merupakan mitra kerja bidang kesehatan dalam rangka pembinaan kesehatan jamaah haji.

Selain itu, pada momen ini, Dinkes Kabupaten Bogor juga mensosialisasikan Permenkes No. 15 Tahun 2016 tentang istithaah jamaah haji khususnya jamaah haji asal Kabupaten Bogor. “Berdasarkan Permenkes Nomor 15 Tahun 2016, dijelaskan perlunya melibatkan berbagai lintas program kesehatan yang terintegrasi dan lintas sektor seperti Kemenag, MUI, dan (KBIH) dalam rangka mewujudkan jamaah haji yang memenuhi syarat kesehatan terutama jamaah haji Kabupaten Bogor.

Program pemeriksaan dan pembinaan kesehatan haji ini sangat penting agar terpenuhi kodisi istithaah kesehatan (Kemampuan kesehatan jamaah haji untuk melakukan serangkaian aktivitas rukun dan wajib haji) bagi jamaah haji itu sendiri” papar Agus.

Ditambahkan dr. Agus, agar pelaksanaan pembinaan dan pelayanan kesehatan jamaah haji dapat berjalan efektif, Pemerintah Kabupaten Bogor telah menyediakan beberapa fasilitas kesehatan untuk melakukan pelayanan kesehatan bagi jamaah haji asal Kabupaten Bogor agar memenuhi syarat istithaah kesehatan.

“Untuk mempersiapkan jamaah haji yang sehat maupun yang sakit terkelola kesehatannya, Dinkes Kabupaten Bogor telah menyiapkan tempat pelayanan kesehatan tingkat dasar di 40 UPT Puskesmas Kecamatan dengan petugas kesehatan haji di masing-masing tempat pelayanan, rujukan ke RSUD Kabupaten Bogor atau Rumah Sakit Swasta di Kabupaten Bogor yang sudah terakreditasi. Kemudian untuk pelaksanaan imunisasi Meningococcus kami siapkan 5 UPT Puskesmas Kecamatan antara lain Puskesmas Ciawi, Ciampea, Cibinong, Citereup dan sukaraja” tambah Agus

Untuk diketahui, berdasarkan data hasil pemeriksaan dan pembinaan haji tahun 2017, Kabupaten Bogor mengalami penambahan kuotajamaah haji  yang sebelumnya 2811 jamaah menjadi 3478 jamaah. Sedangkan dalam tahap pemeriksaan kesehatan yang sudah berlangsung, ada 4 jamaah haji yang tidak direkomendasikan untuk mengikuti ibadah haji tahun ini dikarenakan faktor penyakit serius yang di idap oleh jamaah tersebut.(***)