Detoks Tubuh dan Turunkan Berat Badan Dengan Berpuasa

Ciawi Bogor – PPMKP : Sesungguhnya, puasa di bulan Ramadhan merupakan cara mudah dan aman untuk mendetoks yakni mengeluarkan racun yang ada di tubuh. Diungkapkan dr Ferri Haky dari Balai Pengobatan Pusat Pelatihan manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP), Rabu (8/5) selama Ramadhan sebulan penuh kita tidak makan dan minum selama 14 jam setiap hari dari terbit fajar sampai matahari tenggelam. Disaat itulah kita berkesempatan mendetoks tubuh kita dari kelebihan sisa – sisa makanan/racun.
“ Makanan yang kita konsumsi saat sahur akan berada di lambung selama empat jam, dan di usus empat jam, makanan itu akan diserap oleh tubuh dan habis kira – kira jam 12 siang. Nah ada sisa waktu enam jam menuju waktu berbuka, Disitulah terjadi detoksifikasi dimana tubuh akan mengambil sisa – sisa makanan yang ada di tubuh seperti dalam lemak, dalam kulit, liver dan seterusnya “. Terang Ferri.
Saat berpuasa, secara alamiah usus akan membersihkan diri. Di saat yang sama, organ tubuh lainnya seperti hati dan lambung akan beristirahat.
“ Kalau kita tidak berpuasa, kita tidak mendapat kesempatan mendetoks tubuh kita. Dengan berpuasa selama enam jam setiap hari sebulan penuh.kita bisa merombak sisa – sisa makanan atau racun dalam tubuh, “ jelasnya.

Bila kita melaksanakan puasa dengan baik imbuhnya maka berat badan (BB) pun akan mengalamai penurunan. Penurunan BB ini merupakan indikasi dari keberhasilan berpuasa.

“ Ini sangat baik bagi mereka yang mengalami obesitas, kelebihan berat badan, “ jelasnya

Obesitas adalah bila Indeks Masa Tubuhnya (IMT) lebih dari 25. IMT adalah BB dibagi tinggi badan dalam meter kuadrat tidak boleh melebihi nilai 25. Indikatornya adalah bila menerapkan metode berpuasa dengan benar ia akan menurunkan berat badan 0,5 kg setiap minggu, itu yang dibolehkan.

“ 0,5 kg setiap minggu dikali sebulan yaitu empat minggu berarti dua kg sebulan ini berarti sudah menjalani puasa dengan betul, “ ujarnya.
Ferri melanjutkan kalau berpuasa tapi BB malah naik berarti puasanya tidak betul. Metode puasa yang baik adalah dengan cara menyegerakan berbuka puasa, berbuka tidak langsung mengkonsumsi makanan berat, dan tidak mengkonsumsi yang manis – manis secukupnya tidak berlebihan.

“ Segeralah berbuka bila sudah waktunya, dahulukan mengkonsumsi buah, kemudian setelah shalat Maghrib mengkonsumsi yang agak berat, dan makan berat bisa dilakukan setelah shalat Tarawih, “ sarannya. (RG/PPMKP)