You are currently viewing Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Cianjur T.A 2019 Dipangkas

Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Cianjur T.A 2019 Dipangkas

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur, Oting Zaenal Mutaqin.

wartapakwan.co.id. CIANJUR – Sedikitnya 20 persen Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang Pendidikan di Kabupaten Cianjur tahun anggaran 2019 mengalami pemangkasan oleh Pemerintah Pusat. Akibatnya capaian target pembangunan sekolah akan mengalami hambatan.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur, Oting Zaenal Mutaqin.

“Untuk alokasi dana pendidikan di Kabupaten Cianjur saat ini ada pemangkasan. Yang awalnya 50 bidang untuk SD saat ini hanya menerima 20 bidang, untuk SMP hanya 17 bidang ,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Oting Zaenal Mutaqin saat ditemui wartapakwan.co.id, Sabtu (22/03/2019).

Menurut Oting, Dana Alokasi Khusus yang dipangkas merupakan dana untuk biaya rehab fisik sekolah. Namun hingga saat ini pihaknya belum mengetahui alasan dari pemangakasan DAK tersebut.

“Saya belum tahu alasanya, karena begitu saya masuk jadi kepala dinas danaya sudah segitu,”ujarnya.

Oting membantah jika pemangkasan Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut akibat dari keterlambatan laporan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), karena menurutnya dana BOS selalu di update dan dilaporkan terus.

“Begini dana BOS itu dilaporkanya sesuai dengan apa yang digariskan didalam aturan jadi tidak akan terlambat,” katanya

Akibat pemangkasan tersebut, lanjut Oting, tentu akan berpengaruh dalam mengejar target pembangunan sekolah yang ada di Kabupaten Cianjur.

“Sekolah di Cianjur ini banyak, SD saja hampir seribu, SMP hampir 150, jadi kita kekurangannya banyak, kalau kita mengejar di angka Rp 100 Milyar saja itu perlu 10 tahun untuk beres,” katanya.

Terkait adanya OTT kasus pemangkasan DAK Dinas Pendidikan patut disukuri, karena jika tidak terjadi OTT besar kemungkinan DAK Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur akan habis dan pendidikan di Kabupaten Cianjur akan hancur.

“Sekarang saya mapping (pemetaan,red) kemana-mana dan banyak yang sudah kecewa karena pemotongan DAK, karena bukan terjadi sekarang saja, dari empat tahun kebelakang mereka sudah diperas,” katanya.

Oting mengaku bahwa ia mempunyai surat pernyataan pernyataan resmi bahwa Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diterima oleh sekolah mendapat pemotongan.

Oting menambahkan sejak dirinya menjadi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur banyak sekolah penerima DAK yang tak tepat sasaran.

“Yang keluar 2019 itu hasil pengajuan tahun 2018 saya tidak tahu kenapa sekolah yang masih bagus dapat bantuan, sementara sekolah yang membutuhkan malah tidak dapat bantuan, saya tidak tahu mungkin ada perjanjian apa dengan Kepala Dinas terdahulu,” pungkas Oting.

Reporter : Denni Krisman
Editor      : Bambang Supriyadi