You are currently viewing Cegah Risiko Penularan Covid Peserta PKN Tingkat II Angkatan XVII Kementan Lakukan Visitasi Online

Cegah Risiko Penularan Covid Peserta PKN Tingkat II Angkatan XVII Kementan Lakukan Visitasi Online

 

Ciawi Bogor – PPMKP : Adanya virus corona membuat kegiatan visitasi peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XVII yang dilaksanakan Kementerian Pertanian (Kementan) di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor dilakukan secara online.

Kegiatan visitasi online ini adalah untuk menggantikan visitasi langsung yang terkendala pembatasan sosial guna mengurangi risiko penularan Covid-19.

Meskipun dilakukan secara online, hal ini tidak menyurutkan semangat peserta dalam menggali informasi dari locust yang sudah disepakati.

Melalui video conference yang melibatkan peserta terdiri dari ASN di berbagai Kementerian dan Lembaga Negara, kegiatan visitasi online menghadirkan diskusi dengan berbagai narasumber dari empat locust. Yakni Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi, Dinas Koperasi UMKM Kabupaten Banyuwangi, Propinsi Jawa Timur, Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Selatan, PTPN V Riau dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Budi S Januardy peserta dari Pemprov Banten, menyampaikan Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) online merupakan terobosan baru yang bijak dari panitia penyelenggara ditengah pandemi Covid19. Dikatakan peserta yang menjabat Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang ini VKN online sebagai pengalaman baru.

“ Alhamdulillah hari ini kami para peserta PKN Tk II angkatan XVII telah melakukan berbagi pengalaman atas Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) ke beberapa daerah yang dilaksanakan secara online. dan bagi kami menjadi pengalaman baru. Soliditas, kebersamaan, keuletan tim dalam kelompok dengan pembagian tugas yang cermat serta bimbingan dari Widyaiswara, “ ungkap Budi.

Ia menilai VKN online tidak mengurangi makna. Katanya banyak hal positif yang dipelajari dari VKN ini.

Budi dan kelompoknya mendapatkan tugas VKN dengan lokasi Kabupaten Banyuwangi. Di lokasi tersebut Ia mempelajari pembangunan khususnya terkait dengan komoditas hortikultura buah naga.

Budi mengaku banyak point lesson learnt yang didapatkan, mulai dari aspek energi kepemimpinan, kepemimpinan strategis, manajemen strategis yang kemudian teraktualisasikan dalam pengelolaan pemerintahannya. Melalui berbagai inovasi, penguatan kelembagaan, kolaborasi dan kemitraan, komoditas buah naga di Banyuwangi telah mampu menjadi salah satu pendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.

“ Kelompok kami memberikan masukan kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk brandingnya: Nagawangi-Buah naga Banyuwangi untuk wisata dan ekspor, “ ungkapnya.

Budi melanjutkan atas berbagai hal positif yang telah mereka dapatkan, selanjutnya akan diadopsi dalam implementasi Proyek Perubahan. Harapannya Ia dapat meningkatkan kemampuan kepemimpinan dan manajerial sebagai pelopor perubahan di tempat tugas masing-masing.

PKN Tingkat II Angkatan XVII dilaksanakan mulai 11 Agustus dibuka Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. Dalam arahannya. Mentan mengatakan tanggungjawab besar seorang pemimipin dimana Ia harus bisa mengarahkan dan mengambil keputusan khususnya menyangkut kebijakan.

Apresiasi datang dari Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi. PKN Tingkat II yang pertama digelar Kementan diharapkan bisa menghasilkan seorang pemimpin berkualitas. Dengan beragam inovasi dan kreativitas yang dimiliki akan menawarkan berbagai solusi hingga terobosan yang luar biasa,(Regi/PPMKP)