You are currently viewing Budidayakan Vanili, Kusdiyanto dokter muda Inovatif dari Pekalongan

Budidayakan Vanili, Kusdiyanto dokter muda Inovatif dari Pekalongan

BICARA Pekalongan adalah bicara sejuta potensi. Daerah di barat Provinsi Jawa Tengah ini dikenal sebagai salah satu sentra batik di Indonesia.

Ya,  Pekalongan memang identik dengan batik. Namun, siapa sangka, ternyata Pekalongan juga memiliki potensi besar di sektor lainnya, sebut saja pertanian dan perkebunan sarat inovasi.

Adalah dr Kusdiyanto, seorang tenaga medis di RSUD Kajen Pekalongan yang ‘out of the box’. Di luar rutinitasnya sebagai tenaga medis. Kusdiyanto berinovasi dengan menanam vanili di halaman belakang rumahnya. “Saya ingin bermanfaat juga bagi masyarakat sekitar. Ya, sama sama mengolah lahan dan berharap ada manfaat dari vanili, ‘ ujar Kusdiyanto.

Inilah kebun vanili dokter Kusdiyanto, Pekalongan.

Inovasi dokter muda ini mendapat pembinaan dan dukungan penuh dari jajaran P4S EKKO FARM Pekalongan. “Berkat ketekunan dokter Kusdiyanto, vanili yang ditanam tumbuh subur diusia satu tahun, ” Jelas Ketua P4S EKKO FARM, Eko. 

Dukungan penuh juga datang dari H Teguh, koordinator PPL Kecamatan Kedungwuni dan Dinas Pertanian Kabupaten Pekalongan. 

Silaturahmi P4S Griya Vanili dan Rempah ke P4S EKKO FARM Pekalongan.

Hal senada juga disampaikan Ketua P4S Griya Rempah & Vanili, Nurcahyo di sela-sela kunjungannya di Pekalongan.

“Apa yang dilakukan dokter (Kusdiyanto) adalah program budidaya vanili modern yang realistis dan relevan untuk kondisi sekarang ini dimana lahan kebun makin habis dan tingkat kesibukan masyarakat yang makin tinggi, ” kata Nurcahyo. (Editor: tjahyadi ermawan)