You are currently viewing BPP KOSTRATANI SERTIFIKASI LAHAN ORGANIK PETANI KOTA BATU 

BPP KOSTRATANI SERTIFIKASI LAHAN ORGANIK PETANI KOTA BATU 

 

 

Pertanian organik kini mulai dikenal luas masyarakat sejalan dengan adanya pola hidup sehat. Banyak pelaku pertanian organik bermunculan termasuk didalamnya pangsa pasar yang semakin terbuka. Tidak hanya karena bernilai ekonomis tinggi, pertanian organik penting untuk perbaikan ekosistem pertanian yang kian rusak terpapar bahan sintetik atau kimiawi seperti pestisida.

 

Dinas Pertanian Kota Batu

melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kostratani Batu dan BPP Kostratani Junrejo dalam upaya terus membangun pertanian organik dan tetap memfasilitasi petani.

Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 25-26 Agustus 2020, diinisiasi dan dibuka oleh Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kota Batu.

Dedie Sugeng Budirino, S.Hut. Kegiatan diikuti oleh Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) dan Tenaga Pendamping Petani (TPP) dari masing-masing wilayah binaan BPP Kostratani Batu dan BPP Kostratani Junrejo. Dalam acara pembukaan Dedie Sugeng Budirino, S.Hut. mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan berkaitan dengan resertifikasi atau perpanjangan sertifikat lahan organik di seluruh wilayah Kota Batu kegiatan

ini dilakukan mengingat sertifikat organik yang telah dimiliki sebelumnya akan habis masa berlakunya pada akhir bulan September 2020. Ada perbedaan sertifikasi jika dibandingkan tahun sebelumnya program sertifikasi untuk masing-masing desa namun sekarang sertifikat organik mencakup wilayah satu kecamatan. Dengan demikian diharapkan akan lebih memberikan dampak yang lebih efektif dan efisien dengan tetap menjalankan peraturan dan pemenuhan persyaratan sebagai lahan organik. Petani Kota Batu bisa tetap terfasilitasi dalam hal sertifikasi organik dan semakin berkembang untuk membangun Negara di sektor pertanian organik.

 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) pada setiap kesempatan menyampaikan bahwa Program Utama Kementerian Pertanian adalah peningkatan ketersediaan pangan di era new normal. Peningkatan tersebut berupa peningkatan kapasitas produksi pangan berupa padi, gula, daging sapi dan bawang putih; diversifikasi pangan lokal berbasis kearifan lokal; penguatan cadangan beras pemerintah dan pangan lainnya; sistem logistik pangan; dan pengembangan pertanian modern melalui smart farming, screen house, food estate, serta pengembangan korporasi petani.

 

Pada kesempatan lain

Kepala Badan PPSDMP Dedi Nursyamsi, mengatakan bahwa Indonesia sebagai negara tropis setiap saat bisa tanam, setahun 12 bulan dapat ditanami; cahaya matahari berlimpah. Dia menegaskan bahwa wajib melakukan tanam di Indonesia.

 

“Wajib hukumnya untuk lakukan tanam. jangan biarkan sejengkal lahan pun untuk tidak ditanam. Utamanya, komoditas pangan lokal harus mandiri pangan. Kita harus tetap dukung petani untuk tetap semangat menjadi pahlawan pangan dengan kontribusi menghadirkan negara yang kuat dan mempersiapkan makan rakyat,” jelasnya.

 

Kepala Dinas Pertanian Kota Batu Ir. Sugeng Pramono, “BPP Kostratani termasuk didalamnya peran penyuluh pertanian yaitu transfer ilmu, sharing ilmu, sharing informasi, sharing pengalaman sehingga dapat meningkatkan produktivitas,” papar Sugeng.

 

Kegiatan penyuluhan merupakan kegiatan konkret untuk transfer ilmu, sharing ilmu, informasi, bahkan pengalaman yang dapat menambah atau mengubah Pengetahuan, Keterampilan, dan Sikap petani. Pertanian terintegrasi ini adalah keseluruhan manajemen pertanian yang bertujuan untuk pertanian yang berkelanjutan yang mengintegrasikan produksi hewan ternak dan tanaman. Keunggulan yang diperoleh yaitu petani dapat memiliki berbagai sumber penghasilan.

 

Melalui sistem ini, petani dapat memperoleh sumber penghasilan dari menanam tanaman pangan, hortikultur, dan beternak kambing/sapi. Kotoran dari hewan ternak tersebut dapat digunakan untuk pupuk tanaman yang ditanam sehingga menghasilkan sistem zero waste.

 

Kemudian, hasil ternak dapat dikonsumsi atau dijual sehingga memperoleh penghasilan tambahan. Dengan menggunakan model ini, diharapkan produktivitas pangan secara continue selalu berproduksi, dibantu penyuluh pertanian yang berperan sebagai mantri tani bagi para petani.

 

Pada kesempatan terpisah, Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu Dr. Wasis Sarjono, S.Pt, M.Si, menyampaikan, dalam kondisi pandemi Covid-19, aktifitas tidak berhenti berkreasi demi menciptakan berbagai inovasi terkait produktivitas pangan. Salah satunya adalah menciptakan model kerja penyuluhan pertanian berupa Sistem Pertanian Terpadu. Sistem menggunakan tanaman dan hewan sebagai mitra, menciptakan suatu ekosistem yang meniru cara alam bekerja. Satu praktik budi daya aneka tanaman/aneka kultur yang beragam di mana micro output dari satu budi daya menjadi input kultur lainnya sehingga meningkatkan kesuburan tanah dengan tindakan alami menyeimbangkan semua unsur hara organik yang pada akhirnya membuka jalan untuk pertanian organik ramah lingkungan dan berkelanjutan.*T2S /Wan