You are currently viewing Berlomba Dengan Burung Manyar Petani Sukaresmi Pandeglang Sigap Panen Padi 112 Hektar

Berlomba Dengan Burung Manyar Petani Sukaresmi Pandeglang Sigap Panen Padi 112 Hektar

Pandeglang Banten :

Berlomba dengan burung Manyar petani di desa Pasirkadu Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Pandeglang Banten sigap memanen padi begitu memasuki usia panen.

“ Padi memang sudah waktunya dipanen, dan petani tak menunda panen karena khawatir keduluan diserang burung manyar yang sudah tidak ketahan, “ ujar Sunara, SP., M.Si., Koordinator penyuluh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Komando Strategis Pembangunan Pertanian ( Kostaratani) Kecamatan Sukaresmi, Rabu (16/12).

Menurut Sunara, hama burung manyar saat ini menjadi momok yang paling ditakutkan para petani padi di desa tersebut. Karena biasanya burung datang dengan jumlah ribuan. Tidak adanya tanaman padi di wilayah lain disinyalir menjadi penyebab serangan burung, karena sumber makanan hanya ada diwilayah ini.

“ Penyebab hama burung karena di wilayah lain tidak ada tanaman padi dikita ada jadi nyerbu di wilayah yang ada sumber makanan. Dari wilayah lain datang kewilayah yang ada makanan. Burung itukan mencari makan , “ ucap Sunara.

Panen melibatkan lima kelompok tani di Desa Pasirkadu dan dilakukan dilahan Gerakan Percepatan Olah dan Tanam (GPOT) seluas 112 hektar dari target 100 hektar.

Tanaman padi varietas Inpari 42 yang dipanen menggunakan combine harvester ini menghasilkan produksi rata – rata 8,2 ton/ha. Sementara harga gabah saat ini mencapai Rp. 3,500,- /kg. Harga ini menurun dibanding panen pertama yang mencapai Rp. 3.700,-/kg.

“ Harga yang pertama panen. 3,700 / Kg. Karena hujan terus cuaca nya gak mendukung sekarang turun jadi 3,500 / Kg, “ jelasnya.

Para petani bergerak cepat memanen padi, khawatir didahului burung Manyar.

Dengan hasil ini Ia menilai upaya petani berhasil sehingga dihasilkan stok pangan yang sangat dibutuhkan saat menghadapi suasana covid 19 yang tak kunjung mereda.

Program percepatan tanam padi merupakan salah satu upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dibawah komando Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo untuk penangulangan pandemi Covid-19. Ini karena pertanian sebagai salah satu garda terdepan dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional.

Program percepatan tanam padi sudah dilakukan sejak awal Juni 2020. Jajaran di Kementan langsung turun ke lapangan memastikan semua wilayah melakukan percepatan tanam.salah satunya di Kabupaten Pandeglang.

Pada tahun 2020, secara nasional pemerintah menargetkan luas tanam padi 11,66 juta ha, berpotensi menghasilkan 33,6 juta ton beras,

Mentan SYL mengatakan Indonesia diberikan banyak kelebihan dalam mendukung pertanian antara lain memiliki matahari yang cerah, lahan yang luas, perairan yang banyak.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi mengatakan Dalam masa pandemik Covid 19 ini, petani dan penyuluh harus tetap semangat. Karena semangat adalah modal yang paling besar. Penyuluh tetap berjuang untuk meningkatkan pertanian dengan menerapkan metode penyuluhan kepada petani.(Regi/PPMKP)