You are currently viewing Begini Langkah – langkah Mengolah Bahan Pustaka

Begini Langkah – langkah Mengolah Bahan Pustaka

 

Ciawi Bogor – PPMKP : Mengolah bahan pustaka, itulah yang menjadi tugas pustakawan. Bahan pustaka yang masuk ke perpustakaan wajib diolah dengan baik agar proses pencarian buku nantinya berjalan lancar selain itu dapat mewujudkan tertib administrasi. Hal tersebut diungkapkan dessy Rachmaniar pustakawan Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) di ruang kerjanya, Kamis (31/1).
Proses pengolahan bahan pustaka ini dapat berbeda-beda prosesnya antara perpustakaan satu dengan yang lainnya,
“ Prosesnya bisa berbeda di setiap perpustakaan tergantung kebiasaan masing – masing, “ tuturnya.,
Pada prinsipnya mengolah bahan pustaka memiliki empat kegiatan utama yaitu inventarisasi, klasifikasi, katalogisasi, dan shelving. Dijelaskan Dessy inventarisasi adalah pencatatan bahan pustaka. Pencatatan ini untuk supaya pengelola mengetahui jumlah koleksi yang dimiliki,
“ Perpustakaan PPMKP memiliki lebih dari 10,000 koleksi buku, jumlah itu diketahui dari pencatatan awal itu, “ jelas Dessy.
Inventarisasi ini juga memiliki langkah – langkah yang harus dilakukan mulai dari pemeriksaan bahan pustaka. Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat kondisi bentuk fisiknya, kesesuaian antara jumlah judul dan jumlah buku dan kelengkapan isinya. ,
“Kelengkapan isi untuk mengetahui ada halaman kosong atau tidak, “ rincinya
Setelah diperiksa bahan pustaka akan dikelompokan, misalnya berdasarkan judul untuk memudahkan pekerjaan baik untuk penelusuran ataupun mengontrol. Bahan pustaka selanjutnya akan dicap dengan stempel kepemilikan biasanya pada halaman judul, ditengah – tengah halaman dan halaman terakhir,
“ Stempel inventaris, biasanya dibubuhkan pada setiap halaman judul, “ imbuhnya
Semua bahan pustaka yang masuk ke perpustakaan atau yang telah diputuskan menjadi milik perpustakaan akan langsung dicatat di komputer. Pencatatan ini dapat dipisahkan menurut jenis bahan informasinya. misalnya buku manajemen/tehnis, majalah, CD, referensi, jurnal, peta/atlas, dan sebagainya. Informasi-informasi pada bahan pustaka yang harus dicatat pada komputer minimal terdiri dari nomor urut, tanggal pencatatan, nomor inventaris, asal bahan pustaka, pengarang, judul, impresum, dan keterangan tambahan.
Setelah itu bahan pustaka akan diklasifikasi yang merupakan penggolongan atau pengelompokkan buku berdasarkan subyek atau isi bahan pustaka. Klasifikasi ini berguna untuk mempermudah pemustaka maupun pustakawan dalam penelusuran informasi atau pencarian bahan pustaka di rak. Menurut Dessy yang tak kalah penting adalah katalogisasi. Katalog berfungsi untuk mencatat koleksi yang dimiliki, membantu proses temu kembali.
“ Di perpus PPMKP sudah menggunakan katalog elektronik yaitu OPAC (Online Public Acces Catalog) yang bisa diakses melalui web dengan aplikasi SLiMs, “ jelasnya.
Yang terakhir adalah menyimpan bahan pustaka ke dalam rak agar koleksi dapat ditemukan dengan mudah dan dapat dikenali oleh pengguna atau pustakawan. (PPMKP)