You are currently viewing BBPP BATU KEMBALI LAKUKAN RAPID TES COVID-19

BBPP BATU KEMBALI LAKUKAN RAPID TES COVID-19

 

 

Cara baru dalam menjalankan aktivitas hidup ditengah pandemi covid-19 yang belum menjauh dari lingkungan kita, misalnya kebiasaan dalam beraktifitas dengan mengikuti protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan.

 

Tidak dapat dipungkiri masa pandemi, mulai dari lapisan bawah sampai lapisan atas merasakan dampaknya.

Dampak buruk yang terjadi selain merenggut nyawa adalah ketidakstabilan ekonomi, pengaruh terhadap psikologis seperti meningkatnya tingkat kecemasan masyarakat , peningkatan masalah sosial dan munculnya masalah sosial baru.

 

Sesuai arahan Kepala Negara yang menegaskan bahwa hidup berdampingan dengan Covid-19 bukan berarti menyerah dan menjadi pesimistis. Justru kondisi ini merupakan titik tolak menuju tatanan kehidupan baru. Masyarakat untuk dapat beraktivitas sambil tetap melawan ancaman Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

 

Hampir semua Kementerian turut serta dalam menangani masalah ini termasuk Kementerian Pertanian, terus berkomitmen dalam penangan Copid-19.

 

Kepala Badan PPSDMP Kementan, Prof. Dedi Nursyamsi juga menegaskan, untuk keseluruhan pegawai di lingkup BPPSDMP agar secara rutin memantau kondisi kesehatannya dengan melakukan tes cepat dan bila sangat diperlukan juga dilakukan tes Swab.

 

dr. Evi Diyah Ambarwati, dokter umum dari Rumah Sakit dr. Etty Asharto,

mengatakan Rapid test adalah metode pemeriksaan / tes secara cepat didapatkan hasilnya. Pemeriksaan ini menggunakan alat catridge untuk melihat adanya antibodi yang ada dalam tubuh ketika ada infeksi virus. Tes ini dijalankan dalam rangka menyaring pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP) dengan mengambil sampel darah dari kapiler ( jari ) atau dari vena.

 

Rapid test juga sering disebut sebagai tes serologis. Dalam hal diagnosis Covid-19, rapid test digunakan sebagai skrining awal. Proses untuk mengetahui hasil tes ini sangat cepat, bisa hanya dalam waktu 10 – 15 Menit.

 

Rapid tes untuk deteksi virus SARS Co-2 saat ini ada yang bisa mendeteksi antibodi dan ada yang bisa antigennya . Rapid tes yang untuk mendeteksi antibodi tidak dapat mendeteksi pada awal sakit, karena mungkin belum terbentuk antibodi atau  kadar antibodinya masih rendah.

 

Sehingga bila hasil pemeriksaan non reaktif, harus diulang lagi pada hari 7 – 14 hari kemudian untuk memastikan apakah yang bersangkutan  benar tidak mengandung virus dalam tubuhnya. Terutama bila yang bersangkutan ada riwayat terpapar virus SARS cov-2.

 

Berkaitan dengan itu, Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu Dr. Wasis Sarjono, S.Pt, M.Si, dalam sebuah perbincangan mengatakan pandemi Copid-19 tinggal beberapa hari lagi akan berumur satu tahun. Belum ada tanda-tanda yang secara signifikan menunjukkan abnormalitas ini akan berangsur-angsur pulih.

Adaptasi baru, mau tidak mau perlu dihadapi dengan menumbuhkan sikap kepemimpinan. Membawa diri kita dan keluarga untuk selamat secara fisik dan psikologis. Lebih luas lagi dapat membawa masyarakat kedalam tujuan tersebut dan membuat masa pandemi benar-benar berakhir. Untuk itu, kita lakukan kembali tes serologi, Senin 21/112/2020. Walaupun protol-protokol lain sudah dilaksanakan seperti penyemprotan ruang kerja, ruang kelas, lobby, laboratorium, teras gedung serta tempat-tempat lainnya termasuk juga penyediaan hand sanitizer, pemberian multivitamin sebagai penambah daya tahan tubuh pegawai, penyediaan masker bagi pegawai yang masuk kerja.

 

Tindakan pencegahan lainnya akan terus diupayakan BBPP Batu dalam rangka menjaga kesehatan seluruh Pegawai sehingga target yang telah ditetapkan dapat diselesaikan dengan optimal.

 

Lebihlanjut pria kelahiran Klaten 56 tahun silam,

menyampaikan bahwa vaksin dan obat covid-19 sedang dalam proses. Oleh karenanya, kita wajib mengikuti protokol kesehatan, antara lain memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, hingga menjaga kesehatan diri. Selanjutnya Rapid tes atau Swab PCR tes secara mandiri juga dirasa perlu dilakukan untuk mengontrol kondisi kesehatan kita terhadap di masa pandemi ini. Demikian pungkas Wasis. T2S/Wan