Bantu Anak Yatim Terdampak Pandemi, PPPA Daarul Qur’an Luncurkan Program Yatim Hebat

Publikasi

Pandemi Covid-19 telah dirasakan oleh seluruh masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Selain cekikan krisis ekonomi, masyarakat juga dihantui oleh rasa khawatir terhadap keselamatan anggota keluarganya.

Sejauh ini, telah ada lebih dari 4 juta anak yatim di seluruh Indonesia. Jumlah ini belum digabungkan dengan anak-anak yang terpaksa menjadi yatim setelah ayah mereka terpapar Covid-19.

Menurut Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat sebanyak 11.045 anak yang ditinggal meninggal orang tua karena terpapar Covid-19. Anak-anak tersebut kini berstatus yatim, piatu, dan yatim piatu.

Di Jawa Timur saja, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Jawa Timur per Ahad, 8 Agustus 2021, menyatakan jumlah kematian akibat Covid-19 di provinsi tersebut sebesar 22.932.

Dari jumlah itu 125 di antaranya anak-anak. Rinciannya, usia 0-5 tahun sebanyak 59 jiwa dan usia 6-18 sebanyak 66 jiwa. Berdasarkan estimasi jumlah kematian akibat Covid-19 di Jawa Timur itu, sekitar 5.733 terdapat anak-anak yang menjadi yatim, piatu, serta yatim dan piatu.

Di wilayah lain, misalnya Kerawang, Jawa Barat seorang anak berusia 6 tahun mendadak harus menjadi yatim piatu karena kedua orang tuanya mendadak meninggal dunia akibat Covid-19 pada 11 dan 14 Juli 2021 lalu. Sementara itu, di Bantul, 4 anak dilaporkan mendadak menjadi yatim piatu karena kedua orangtuanya meninggal akibat Covid-19.

Kisah-kisah anak kehilangan orang tuanya terus bermunculan di masa pandemi Covid-19 ini. Selain anak-anak yang menjadi yatim, ibu mereka pun otomatis menjadi seorang janda.

Oleh karena itu, sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap masyarakat Indonesia terutama anak-anak yatim, janda dan dhuafa di masa pandemi Covid-19 ini, PPPA Daarul Qur’an meluncurkan program Yatim Hebat.

Yatim Hebat merupakan program kemanusiaan yang dicetuskan oleh KH. Yusuf Mansur melalui PPPA Daarul Qur’an untuk masyarakat terdampak Covid-19 terutama anak-anak yatim. Program ini lahir dari kepedulian KH. Yusuf Mansur kepada anak-anak Indonesia yang kehilangan ayahnya akibat terserang Covid-19.

“Ada banyak gelombang yatim di seluruh Indonesia akibat wabah Covid-19, ada yang semalem jadi yatim, dua hari sebelumnya, bahkan bisa jadi sepekan berikutnya jadi yatim-piatu,” ucap KH. Yusuf Mansur seraya menangis.

Sementara itu, Direktur Utama PPPA Daarul Qur’an Abdul Ghofur mengatakan bahwa pihaknya saat ini telah mulai bergerak menyiarkan program Yatim Hebat. Selain itu, PPPA Daarul Qur’an juga tengah mengumpulkan data anak-anak yatim di seluruh Indonesia.

“Bismillah, kita niatkan ini semua untuk membantu saudara dan adik-adik kita di luar sana, kami yakin jika program ini diemban bersama maka tak ada yang sulit,” ujar Ghofur.

Ia pun mengungkapkan bahwa PPPA Daarul Qur’an akan segera meresmikan program Yatim Hebat. “Yatim Hebat adalah sesuatu yang hebat, maka kita launching dengan cara yang hebat agar masyarakat tahu dan tergerak hatinya untuk bersama-sama mendampingi mereka (anak-anak yatim),” imbuhnya. [*/CAY)