Antisipasi Gagal Panen, Kostratani Pandeglang Bersama Petani Lakukan Gerdal WBC

Publikasi

 

Pandeglang : Wereng Batang Coklat (WBC) adalah hama padi yang berbahaya dan bisa merugikan petani. Hama utama tanaman padi ini sangat ganas. Selain menghisap batang padi, WBC juga menularkan virus sehingga membuat tanaman menjadi kerdil.

Untuk mengantisipasi dan upaya mencegah serangan WBC semakin meluas 21 petani yang tergabung dalam kelompok tani (Poktan) Barata Tani di Desa Sukanagara Kecamatan Carita Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten didampingi Penyuluh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Carita, dan Petugas Pengendali Organisme Tumbuhan (POPT) melakukan Gerakan Pengendalian (Gerdal) OPT WBC, Kamis (27/8).

Pengendalian dilakukan dengan penyemprotan massal menggunakan pestisida kimia, dan bassa dengan dosis 1ml/liter air. Selain itu pengamatan intensif dan Gerdal ulang jika diperlukan.

“ Hama WBC ini kalau tidak segera ditangani akan sangat mempengaruhi produktifitas padi bahkan dapat mengakibatkan gagal panen. Karena selain menghisap batang padi Ia juga menularkan virus, “ ucap Eli Safitri Penyuluh BPP Carita.

Eli menjelaskan serangan WBC sangat tergantung pada situasi dan kondisi. Resiko serangan dapat dipengaruhi oleh cuaca, misalnya kemarau basah, seperti yang terjadi saat ini, penggunaan N tinggi dan pemilihan varietas. Petani terus diingatkan agar waspada jika ciri – ciri WBC sudah mulai terlihat.

“ Kondisi kemarau tetapi masih sering turun hujan atau kemarau basah seperti sekarang ini sangat rentan serangan. Ciri- ciri nya kalau sudah terserang,ada embun jelaga pada daun ditandai dengan daun yang menguning, “ jelasnya

Gerdal dilakukan dilahan seluas 20 hektar dengan umur tanaman 50 – 60 hari setelah tanam (HST).

“ Gerdal dilakukan di Blok Bedeng/cilurah, dengan varietas Ciherang, Inpari dan Lokal. Populasinya 27ekor per rumpun, “ terang Eli.

Selain Gerdal, pengamatan dan monitoring juga dilakukan dilahan seluas 25 ha, dengan status waspada.

Desa Sukanagara memiliki hamparan pertanaman padi seluas 50 ha. Dengan produktivitas rata – rata enam ton per ha. Perkiraan produksi pada MT II ini 300 ton.

Gerdal WBC dilaporkan dilakukan juga dibeberapa kecamatan lain di Pandeglang. Diantaranya di Kecamatan Cikeudal, Kecamatan Cipeucang, dan Kecamatan Sindangresmi dengan tingkat serangan beragam. Meskipun demikian hal tersebut tidak membuat kendala bagi petani bahkan beberapa diantaranya sedang panen, contohnya di Kecamatan Cikeudal.

Resiko gagal panen akibat gangguan organisme pengganggu tanaman (OPT) menjadi perhatian Kementerian Pertanian. Untuk itu dalam setiap kesempatan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) meminta petani harus bergerak cepat dan tidak membiarkan kondisi serangan hama  pada tanaman padi meluas dan berlarut-larut. Iapun mengajak petani untuk mengikuti asuransi usaha pertanian. Dikatakan Mentan asuransi dapat meminimalisir kerugian.

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menuturkan pertanian cukup rawan terhadap serangan hama, salah satunya adalah hama WBC. Hama ini bisa merusak tanaman dan membuat gagal panen. Oleh karena itu petani dan penyuluh harus mengantisipasinya, salah satunya dengan mengikuti asuransi usaha tani.(regi/PPMKP)