Angkat Kopi Cibunar Adit Calon Duta Petani Milenial Kementan

Publikasi

 

Bogor — PPMKP : Semangat Adit Setia pemuda berusia 23 tahun asal Desa Linggajati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan Jawa Barat mengangkat kopi Cibunar mengantarnya menjadi calon Duta Petani Milenial (DPM) Kementerian Pertanian (Kementan) tahun 2021.

Adit dinyatakan lolos verifikasi dan validasi DPM/DPA yang dilakukan Pusat Pelatihan Manajamen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor, Kamis (18/03/2021).

Menurutnya adanya DPM merupakan bukti perhatian pemerintah pada petani seperti dirinya sehingga Ia lebih bergairah menjalankan usaha taninya.

“ Dengan adanya DPM dan DPA saya merasa diperhatikan sebagai petani. Mudah – mudahan bisa lebih meningkatkan usaha tani saya, dan kelompok,“ ucapnya.

Keterlibatannya menggeluti tanaman kopi berawal dari keprihatinannya melihat potensi kopi yang dibudidayakan petani di lereng gunung Ciremai tidak optimal dalam pengembangannya.

“Dulu petani itu ga tau jenis – jenis kopi. Mereka taunya kopi di Cibunar itu sama saja. Menanamnya juga dalam satu hamparan bermacam macam. Makanya dijual ketengkulak dihargai murah. Sekilonya hanya18 sampai 20 ribu, “ ujarnya

Dengan semangat mudanya kemudian Ia mencari informasi mengenai kopi dengan mendatangi Dinas Pertanian. Dinas kemudian mengajaknya mengikuti berbagai acara seperti seminar soal kopi dan mengunjungi kafe – kafe kopi di Bandung. Secara mandiri Iapun terus berselancar menggali ilmu tentang kopi di internet.

Tak ketinggalan kedai – kedai kopi di wilayah Kuningan pun dibidiknya sebagai jalan untuk menambah wawasan tentang kopi baik dari pemilik kedai maupun baristanya tentang meracik kopi agar enak dan berharga mahal.

“ Dengan Ilmu – ilmu itu saya mulai mengedukasi orangtua saya dan petani – petani kopi Cibunar. Saya menyampaikan jenis – jenis kopi yang ada di Cibunar seperti jenis kopi arabika maupun robusta dan cara membedakannya,“ ungkap sulung tiga bersaudara ini.

Setelah puluhan tahun bertani kopi, baru tahun 2017 para petani di di kawasan tersebut mulai tahu jenis kopi, cara menanam single varietas dan cara panen yang benar.

Meski menurutnya jalan yang harus ditempuh untuk mengangkat kopi Cibunar masihlah panjang, namun lulusan SMA tahun 2015 ini sudah boleh berlega hati. Pasalnya petani kopi Cibunar mulai menyadari bahwa biji kopi yang mereka panen memiliki nilai jual tinggi dengan langsung menjual tanpa perantara tengkulak.

Harga kopi Cibunarpun kini merangkak naik. Untuk biji kopi robusta petik merah, saat ini petani menjualnya Rp 40 ribu perkilogram dan roastbean Rp. 135 ribu perkilogram. Sedangkan untuk biji kopi arabica yang sudah melalui proses full wash dijual seharga Rp 95 ribu perkilogramnya dan roastbean Rp. 200 ribu perkilogram. Dari 30.000 pohon kopi yang Ia kelola bersama kelompoknya yang beranggotakan 32 orang, dihasilkan greenbean, roastbean dan bubuk yang juga Ia pasarkan secara langsung ke kedai – kedai kopi dan melalui social media dan marketplace dengan brand Sasadulur Kopi.

Untuk mempercepat regenerasi petani, Kementan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) di tahun 2021 ini akan menetapkan 1000 Duta Petani Milenial (DPM) dan Duta Petani Andalan (DPA) yang akan menjadi icon dan daya tarik milenial terhadap pertanian.

Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi mengatakan, DPM dan DPA diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam gerakan pembaharuan pembangunan pertanian, dengan menggandeng generasi muda untuk mengembangkan dunia pertanian.

Perihal regenerasi petani Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menegaskan bahwa Indonesia memerlukan adanya regenerasi petani dalam rangka pembangunan pertanian nasional, terutama mengubah manajemen usaha pertanian.

” Petani butuh regenerasi dan transfer teknologi. Transformasi mau tidak mau akan mengubah cara kita menjalani manajemen usaha pertanian, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas”, tegas SYL.(Regi/PPMKP)