Alasan Keamanan, Kejari Kabupaten Bogor Kembalikan Berkas Perkara Habib Bahar Ke Polda Jabar

Featured Nasional News

Habib Bahar bin Smith saat berada di Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor

wartapakwan.co.id, CIBINONG – Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor akhirnya mengembalikan berkas perkara dugaan penganiayaan yang dilakukan Habib Bahar bin Smith (HBS) dan dua lainnya (AB) dan (AG) ke Polda Jabar.  Bahkan rencana persidangan yang semula akan di laksanakan di pengadilan Negeri Cibinong Kabupaten Bogor akhirnya berubah dan dilaksanakan di pengadilan Tinggi Jawa Barat di Bandung.

Baca Juga : Usai Jalani Pemeriksaan, Habib Bahar Dipindah Ke Rutan Kejari Kabupaten Bogor

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor Bambang H Toto mengungkapkan pengembalian berkas dan juga tersangka khususnya HBS ke Polda Jabar tersebut dengan pertimbangan faktor keamanan dan kondusifitas selama proses menuju persidangan, yang waktunya kurang lebih 20 hari ke depan. Kajari Kabupaten Bogor Bambang H Toto menegaskan berkas kasus yang di tangani adalah penganiayaan terhadap dua orang dengan kategori pidana umum.

“Kita sudah terima tadi berkas P21 tahap kedua yakni penyerahan alat bukti dan tersangka untuk di proses selanjutnya akan tetapi dengan pertimbangan lainnya untukmempermudah kordinasi antara penyidik dan pengadilan kita kembali melimpahkan ke rumah tahanan polda jabar sementara 2 lainnya di tahan di ruang tahanan polres Bogor,”jelas Kajari Bogor Bambang H Toto, Senin (4/2)

Sementara itu, pengacara tersangka Ichwan Tuankotta menambahkan, pengembalian HBS ke polda jabar mengurangi rasa keadilan. Karena ada pemisahan antar dua tersangka lainnya yang lebih dulu menempati ruang tahanan Polres Bogor.  Alasan yang mendasar adalah hak tersangka di batasi untuk dapat dijenguk dan berkomunikasi dengan keluarga dan kerabatnya.

“Kita semua keberatan dengan keputusan ini seharusnya setelah P21 dan pelimpahan itu mereka sudah harus di tempatkan di lapas bukan lagi rumah tahanan dan satu hal kenapa Habib Bahar bin Smith tidak disatukan dengan dua lainnya Haji Agil dan Habib Basyith di ruang tahanan Polres Bogor, alasannya karena takut ada pengerahan massa besar besaran mana buktinya hari ini ga ada pengerahan massa,” ujarnya.

Penetapan berkas yang sudah P 21 tahapke 2 yang terhitung 4 februari itupun menerapkan pasal 170 KUHP ,Pasal 351 KUHP Pasal 333 KUHPPasal 55 ayat 1 KUHP dan pasal 80 UndangUndang 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun penjara.

Reporter : Bambang Supriyadi
Editor      : Bambang Supriyadi