You are currently viewing 44 Orang Petani Muda Yang akan Magang di Jepang Dilatih di PPMKP

44 Orang Petani Muda Yang akan Magang di Jepang Dilatih di PPMKP

Ciawi Bogor—PPMKP : Sebanyak 44 orang petani muda dari berbagai daerah di Indonesia yang akan diberangkatkatkan magang di Jepang mengikuti pelatihan selama 21 hari dari tanggal 21 Maret sampai 11 April 2019 di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian ( PPMKP ) di bawah koordinasi Pusat Pelatihan Pertanian – Puslatan BPPSDMP Kementan. Usai pelatihan, 18 petani muda akan magang di The Japan Agricultural Exchange Council (JAEC) selama 11 bulan, tujuh orang di Niigata Agricultural Exchange Council (NAEC) Niigata selama delapan bulan; dan 19 orang magang di International Agricultural Exchange Assosiation ( IAEA) di Gunma selama dua hingga tiga tahun. “ Program magang Jepang ini sangat penting khususnya bagi program regenerasi pertanian, untuk membentuk SDM yang unggul, sesuai dengan tahun 2019 yang dicanangkan sebagai tahun pengembangan SDM, “ kata Kepala PPMKP Heri Suliyanto saat membuka ´Pelatihan Pemantapan Magang Jepang, Senin (25/3) di PPMKP Dia mengharapkan 44 petani muda yang terpilih setelah melewati 4 tahapan seleksi ini dapat menunjukkan bahwa mereka adalah calon petani muda masa depan yang berbeda dari yang lain untuk mendukung misi besar Kementerian Pertanian yaitu tidak hanya menjadi lumbung pangan dunia 2045 tapi menjadi The Big Four dari berbagai sektor. “ Ini adalah misi besar , ini tidak mungkin tercipta tanpa SDM yang mumpuni, walaupun kita dianugerahi sumberdaya alam yang melimpah, hebat dan letaknya dikhatulistiwa yang senantiasa disinari matahari, “ ujarnya. Heri melanjutkan, mungkin dijaman kerajaan dahulu sumberdaya alam merupakan senjata terunggul tapi fakta saat ini negara akan besar kalua SDMnya unggul. “ Contoh Singapura negara kecil hamper tanpa sumberdaya alam tapi berhasil, karena kemampuan SDMnya, “ ungkap Heri. Kata Heri SDM sangat menentukan keberhasilan di era saat ini. Ia berpesan agar peserta magang jepang ini benar – benar belajar bukan hanya transfer teknologi tetapi juga untuk merevolusi mental. Heri mengingatkan peserta untuk senantisa berperilaku yang baik . “ Jaga nama baik sendiri, nama baik daerah dan nama baik Indonesia, karena dampaknya tidak hanya pada diri sendiri tapi juga terhadap Indonesia, “ katanya. “ Jangan lupa bangun networking, dokumentasikan kegiatan sehari-hari selama di Jepang dalam bentuk catatan, foto dan video untuk bekal yang akan bermanfaat ketika kembali ke tanah air, “ pungkasnya. (PPMKP)