Telur dan Daging Puyuh, Si Mini Dengan Nutrisi Maxi

share on:

Ket. Foto : Slamet Wuryadi, Ketua P4S Kelompok Tani Cilangkap Sub – 1, Cikembar Sukabumi, siap membantu siapaun yang akan mencoba budidaya puyuh.

Ciawi Bogor – PPMKP : Adanya anggapan telur puyuh berkolesterol tinggi membuat komoditas yang satu ini sangatlah dihindari bahkan dipantang untuk dikonsumsi. Hal ini dikatakan Slamet Wuryadi Ketua P4S Kelompok Tani Cilangkap Sub 1 yang juga CEO Slamet Quail Farm (SQF),kepada PPMKP, Kamis (18/4).
Informasi yang beredar ini lanjut Slamet terkesan mendzolimi puyuh. Sebagai peternak puyuh ia merasa perlu meluruskan dan mengedukasi masyarakat agar faham dan benar – benar mengenal puyuh.
“ Menurut uji analisis kolesterol LPPT UGM, IPB, Sucofindo dan M-Brio kandungan kolesterol telor puyuh malah lebih rendah dibandingkan telur unggas lain, “ ujarnya.
“ Sebaliknya nilai gizinya justru lebih tinggi, “ imbuhnya.
Dikatakan Slamet kandungan protein Si loreng mungil dengan berat 10 – 12 gr per butir ini 13% mengalahkan telur ayam negeri yang hanya 11%. Demikian juga kandungan zat gizi yang lain seperti Vitamin B1,vitamin B2 dan vitamin A. Sementara kandungan zat besi dan potasiumnya lima kali lebih banyak dibanding telur ayam. Keistimewaan lain dari telur puyuh harganya murah dan mudah didapat.
“ Mengkonsumsi tiga sampai empat butir telur puyuh hanya 1,000 rupiah sementara telur ayam kampung sebutir bisa 2,500 rupiah, dengan kandungan gizi yang sama bahkan lebih baik, pilih mana?”, ucapnya..
Wirausahawan terbaik Jawa Barat 2015 ini mengatakan telur puyuh yang dihasilkannya sudah pula bersertifikat bebas salmonella sehingga aman dikonsumsi mentah.
“ Kandungan Omega 3 akan hilang dalam proses pemanasan (perebusan), untuk mendapatkan khasiatnya telur harus dikonsumsi dalam keadaan mentah, sementara kalau mentah rentan mengandung salmonella, nah satu – satunya telur puyuh yang aman dikonsumsi mentah hanya disini karena sudah bebas salmonella, “ jelasnya.
Tidak hanya telurnya saja, daging puyuhpun memiliki kandungan nutrisi yang baik bagi tubuh. Dalam 100 gram daging puyuh terdapat 22,13 persen protein.
“Jumlah protein ini bahkan lebih tinggi dibanding ikan salmon, “ urainya.
Selain itu kandungan lain lemak 0,47 persen, kalsium, fosfor dan energi 1655 kalori/gram. Untuk hasil olahan daging puyuh bisa dijadikan makanan yang lezat seperti abon, bakso, dan makanan kalengan seperti yang sudah dicoba di P4S nya.
“ Makanan olahan daging puyuh antara lain puyuh pesmol, rendang daging puyuh, abon, bakso dll., “ terang peraih penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara tahun 2015 ini sambil memamerkan makanan – makanan olahan daging puyuh SQF yang berlokasi di Cikembar Sukabumi.(RG/PPMKP)

Tags: