Kedaulatan dan Ketahanan Pangan Terancam, jika Minat Generasi Milenial Bertani Minim

share on:

Ciawi Bogor – PPMKP : Tantangan terbesar pembangunan pertanian saat ini adalah minimnya minat generasi milenial untuk bertani. Jika hal ini terus berlanjut, maka di masa mendatang Indonesia akan kekurangan petani. Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Momon Rusmono dihadapan lebih dari 269 penyuluh dari 34 provinsi dalam pembukaan Bimbingan Teknis ( Bimtek ) di PPMKP Ciawi, Sabtu (16/3). Dalam acara tersebut hadir Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian ( Pusluhtan ) Siti Munifah, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian ( Puslatan ) Bustanul Arifin Caya dan Kepala PPMKP Heri Suliyanto. “ Hal itu mengancam kedaulatan dan ketahanan pangan,” katanya. Generasi muda yang disebut sebagai petani milenial dikatakan momon adalah petani yang produktif, responsif, memahami teknologi informasi, dan menguasai alat mesin pertanian ( Alsintan ) “ Mereka menjadi tulang punggung masa depan pertanian Indonesia, “ ujar Momon Menurut Momon generasi yang lekat dengan sebutan generasi milenial ini enggan menjadi petani karena beberapa faktor. Pertama, adanya anggapan insentif menjadi petani lebih rendah daripada insentif bekerja di sektor lain. Kedua, stigma bekerja sebagai petani tidak bisa menjadi bekal hidup yang layak, “ Karena itu banyak petani malah berharap anaknya bekerja di sektor lain,” kata Kepala Badan SDM. Momon melanjutkan faktor ketiga adalah teknologi, generasi milenial hadir di tengah kemajuan teknologi informasi dan lekat dengan sarana digital sebagai gadget freak karena menjadi sangat tergantung pada smartphone dan internet. Menurut Kepala Badan SDM , tujuan utama Kementerian Pertanian mengembangkan sejuta petani milenial dan penyuluh pertanian adalah untuk berperan memperkuat program regenerasi petani mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Kata dia Pemerintah dalam hal ini Kementan terus meningkatkan insentif untuk petani milenial melalui program asuransi pertanian, asuransi peternakan, bantuan Alsintan, pelatihan, akses modal dan pemasaran hasil pertanian. (PPMKP)

Tags: