BNNK dan BPMD Cianjur Gelar Program Desa Bersih dari Narkoba

share on:

CIANJUR – Badan Narkotika Nasional (BNNK) Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, bekerjasama dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) akan mengembangkan program desa bersih dari narkoba (Bersinar) sebagai upaya pencegahan, pemberantasan peredaran gelap barang haram.

“nanti kami membuat Gerakan Desa Bersih Narkoba. Kami bina desanya sebagai langkah pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba,” kata Kepala BNNK Cianjur, AKBP Basuki, kepada wartawan, usai Desiminasi Informasi P4GN bagi 50 kepala Desa, di bydiel hotel, Cianjur, Selasa (18/03).

Bukan Hanya Gerakan Desa Bersih Narkoba, Basuki juga minta kepada BPMD agar para kepala bersedia untuk melakukan tes bebas narkoba bagi setiap pegawainya. Dengan demikian, lingkunganya juga bersih dari narkoba.

Alasan dibentuknya Desa Bersinar, kata Basuki karena penyalahgunaan narkoba terus bertambah. Dari 32 Kecamatan di Kabupaten Cianjur sudah 28 Kecamatan terindikasi penyalahgunaan narkoba.

“Dari 360 desa di Kabupaten Cianjur 110 desa diantaranya sudah terindikasi. Ini sangat darurat dan sulit untuk memberantas, maka kami bersama Pemkab Cianjur khususnya Bupati Cianjur berkomitmen bagaimana caranya para Kepala Desa dan Lurah beserta perangkat Desa untuk ikut andil dalam pemberantasan narkoba,” katanya.

Basuki menuturkan, jika Program Desa Bersinar sudah berjalan maka penyebaran narkoba pun akan dirasa sulit, sehingga penyebaran narkoba mulai dari tingkat desa bisa menurun bahkan setiap desa bersih dari narkoba.

“Sekarang itu adalah pemetaan setelah itu sosialisasi jadi desiminasi Kades nanti Danramil dan Kapolsek bisa mengetahui bagaimana menggerakkan komponen masyarakat di tingkat desa,” ujarnya.

Sementara kepala Desa mekarwangi kecamatan haurwangi kabupaten cianjur, Cece, mengatakan ucapan terima kasih sebelumnya, saya mengapresiasi kepada BNNK yang telah memfasilitasi atau menyelenggarakan kegiatan pencegahan narkoba ini

Pada prinsipnya saya rasa semua Desa sudah melaksanakan upaya pencegahan pencegahan melalui beberapa kegiatan sosialisasi.

“sosialisasi memang disampaikan tetapi kita tidak berkelanjutan. kita hanya sebatas sosialisasi yang tidak ditindak lanjuti dengan proses-proses yang lain,” ujar cece.

Dengan adanya kegiatan ini Insya Allah kami akan lebih berupaya dan lebih berkelanjutan salah satunya dengan mengalokasikan anggaran dana desa.

“untuk kegiatan pencegahan ini dengan bekerjasama Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) mengalokasikan bagaimana menggunakan dana desa tersebut sehingga tidak menyalahgunakan atau tidak sesuai dengan apa yang menjadi tujuan bersama,” pungkas Cece. (Deni Krisman)