Peserta Latpim Tk. III Angkatan XIII Non Kementan Sambangi Tanjung Priok

Suasana kunjungan di Balai Besar Karantina Pertanian, Tanjung Priok.

Ciawi Bogor – PPMKP :  Balai Besar  Karantina Pertanian Tanjung Priok menjadi lokus benchmarking peserta LATPIM  Tk. III angkatan XIII Non Kementerian Pertanian yang berasal dari enam  lembaga yaitu BAPPENAS, BATAN, BAKAMLA, Setjen MPR RI, Menko Kemaritiman dan LKPP Rabu (13/3).

Lebu Kabid Penyelenggaraan Pelatihan, Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) mengatakan  tujuan kunjungan adalah untuk mempelajari inovasi-inovasi terkini yang diterapkan di BB Karantina Pertanian Tanjung Priok.

“Kami  berharap peserta dapat menggali informasi sebagai bahan dasar atau inspirasi dalam pembuatan proyek perubahan, “ katanya.

Hal senada disampaikan Purwo Widiarto Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok.

“Dengan benchmarking  mereka bisa membuat inovasi-inovasi dalam rangka mendukung institusi yang bersangkutan untuk mengembangkan institusi terkait dan komitmen dari kepala institusi peserta” ujar Purwo.

Dia berpendapat benchmarking ini sangat bermanfaat bagi peserta khususnya yang ia rasakan di Balai Besar Karantina Tanjung Priok yang bisa mengembangkan dan menginisiasi jajaran struktural dan mendorong rekan-rekan yang muda untuk berimproviasi dan berinovasi guna mendukung penguatan institusi masing-masing guna memberikan pelayanan yang lebih baik kedepannya.

Sementara itu Kepala Badan Karantina Hewan Heri Yulianto menjelaskan proyek perubahan dirinya saat mengikuti PIM III Angkatan XII tahun 2018 yaitu metode drop box yang  telah diterapkan di Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok sejak tanggal 15 Oktober 2018 pada layanan impor, dan sosialisasi sistem Quarantine Dropbox telah dilakukan pada tanggal 03 Desember 2018 dengan mengundang pengguna jasa dan stakeholder sebagai mitra kerja. Penerapan metode Dropbox ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan di Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok sehingga menjadi lebih mudah dan transparan.

“Sesuai dengan motto “Sicepot” yaitu memberikan pelayanan yang Simpatik, Cepat, Efektif, Propesional, Objektif, dan Transparan jelasnya

Penerapan system dropbox ini  lanut Heri dapat meminimalisir interaksi petugas dan pengguna jasa sehingga menekan resiko terjadinya suap, pungli, dan gratifikasi.  (PPMKP)

Tags: