Nilai – nilai Luhur Pancasila Pemersatu Indonesia

Ciawi Bogor — PPMKP : Sebelum Indonesia merdeka, semua mozaik, warna kulit, beragam ras, etnis, sudah hadir di Indonesia. Sebagai bangsa yang multikultural, bangsa yang majemuk, Indonesia membutuhkan alat pemersatu. Hal tersebut diungkap Yudi Latif Ketua Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) dihadapan peserta Pelatihan Kepemimpinan Tk. III Non Kementan Angkatan XIII di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Selasa (12/2).
“ Patut kita syukuri kita punya Pancasila, yang membuat negara lain iri. Malaysia sampai saat ini tidak pernah padu dalam kesatuan, baik bangsa Melayu, China, serta India. Di Eropa, dalam satu pulau terdiri banyak negara, di Timur Tengah sampai saat ini masih ada yang kisruh. Indonesia dari banyak pulau banyak suku, perbedaan agama masih bisa bersatu,” ujar Yudi
Pancasila dengan nilai – nilai luhurnya adalah pemersatu Indonesia. Pancasila merupakan ideologi terbaik di dunia . Ia katakan pernyataan itu sesuai pengakuan politisi dari berbagai negara, di Asia, Eropa, maupun Timur Tengah.
Pancasila menurut Yudi menautkan keberagaman atau perbedaan suku, ras, etnik, agama, ideologi, budaya, warna, serta geografis. Ia menilai di dalam Pancasila mengandung 3T, yakni titik temu, dimana segala keragaman nilai bisa bersatu kemudian titik tumpu ,dan titik tuju kemana bangsa ini diarahkan.
“Indonesia dengan perbedaan agama, ras, budaya, suku, sampai kapanpun tidak akan bisa diselesaikan persoalannya dengan disamakan penyebutnya. Maka kemudian seluruh keragaman ini adalah milik Indonesia. Nilai-nilai yang menyatukan seluruh keragaman itu namanya Pancasila,” kata Yudi
Dijelaskan Yudi dasar nilai semua sila dipersatukan oleh semangat gotong royong untuk bekerja sama, tolong menolong, senasib sepenanggungan , saling menghormati itulah perjuangan bahu-membahu bersama untuk kepentingan semua.. Gotong royong merupakan kaidah emas atau golden etic.. Yudi menambahkan turunan – turunan sila Pancasila kemudian termaktub dalam Undang-Undang Dasar 1945. Visi dan misi negara Indonesia tertuang dalam UUD 1945 alinea 4, memajukan kesejahteraan umum dengan memenuhi kebutuhan dasar warga masyarakatnya dari aspek material yakni sandang, pangan, papan dan non material dengan memenuhi hak – hak pribadi berupa ketenangan beribadah sesuai ajarannya kemudian mencerdaskan kehidupan bangsa.
“ Ini menjadi tugas penyelenggara pemerintahan, mencerdaskan kehidupan petani, nelayan, dan kecerdasan ini tidak bersifat personal tapi harus kolektif yang disebut kecerdasan kewargaan atau civil intelegent, “ jelasnya.
Dalam hal ikut melaksanakan ketertiban dunia, Indonesia mengembangkan budaya damai, tertib waktu, administrasi saling menghargai dan menghormati.
“ Apabila kita bisa mewujudkan visi, misi ini maka akan terwujud kehidupan bernegara, “ tegas Yudi menutup pemaparannya. (PPMKP)