You are currently viewing 200 Pohon Mangga Agrina Peserta Latpim IV Kementan Hijaukan PPMKP

200 Pohon Mangga Agrina Peserta Latpim IV Kementan Hijaukan PPMKP

Ciawi Bogor – PPMKP :   40 orang peserta Latpim Tk. IV angkatan XVII  Kementerian Pertanian menanam sebanyak 200 pohon mangga di  Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Jum’at (22/2).

Lokasi yang menjadi target penghijauan yakni Komplek Bina Karakter PPMKP. Menurut Jarot  peserta Latpim dari Balai Penelitian Tanamah Buah (Balitbu) penghijauan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang hijau dan nyaman. “ Dalam rangka go green, menciptakan lingkungan cukup oksigen, dan udara bersih dengan tanaman yang bernilai ekonomi, “ ungkap Jarot.

Selain itu ia ingin memperkenalkan teknologi Litbang Pertanian, antara lain varietas unggul dan teknologi high density planting tanaman mangga. Jarot menuturkan mangga merupakan salah satu komoditas prioritas dan memiliki nilai ekonomis tinggi serta cukup mudah dibudidayakan. Yang ditanam dari kegiaan penghijauan ini adalah mangga Agri Gardina.    Mangga Agri Gardina adalah varietas hibrida yang memiliki postur pohon dwarf (cebol), warna kulit buah kuning orange, manis, berserat halus dan produktif.

“ Mangga Agri Gardina sesuai untuk Urban Farming, “ jelasnya. Mangga Agri Gardina dijelaskan Jarot merupakan persilangan antara mangga arumanis 123 dan mangga Saigon dan bila berbuah, buahnya dapat dimakan dengan cara dikupas seperti pisang.

Sementara itu Langgeng koordinator kegiatan penghijauan menuturkan bibit mangga langsung didatangkan dari Unit Perbenihan Kebun Percobaan Cukur Gondang Balitbu Tropika Solok Sumbar.  ia berharap kegiatan penghijauan ini dapat dijadikan model pertanaman alternatif dilahan perkotaan yang umumnya sempit juga sumber ekonomi alternatif masyarakat Kawasan sentra buah perkotaan. Semua peserta Latpim IV angkatan XVII juga mengharapkan  ide ini bisa menginspirasi peserta diklat PIM lain untuk juga belajar mendesain proper berbasis kelompok diklat selain proper mandiri.  Ia pun berharap PPMKP sebagai penyelenggara diklat dapat menindak lanjuti  kegiatan ini.

“Kegiatan ini bisa ditindaklanjuti melalui program pengelolaan kebun berkelanjutan agar kedepan kebun ini dapat benar – benar menjadi kebun contoh (pembelajaran) bagi masyarakat baik dari sisi teknologi maupun pengelolaan lingkungan serta sumber ekonomi bagi institusi “, terangnya.

Dalam kesempatan terpisah Iman Imanuddin Kasubag Perlengkapan PPMKP menyampaikan dirinya sangat mengapresiasi kegiatan penghijauan yang dilakukan peserta Latpim IV ini. Penanaman pohon menurutnya sangatlah penting untuk bisa mengatasi pemanasan global dan menjadi kantong penyimpan air di dalam tanah. Hal itu lanjut dia bisa mencegah erosi penyebab longsor.

“Pohon bisa menyimpan air diakarnya, ini bisa mencegah erosi, dan bisa juga membuat lingkungan menjadi hijau dan indah, “ kata Iman.(PPMKP)