You are currently viewing 10 Fenomena Langit yang Akan Terjadi di Tahun 2019

10 Fenomena Langit yang Akan Terjadi di Tahun 2019

Sumber foto|Dok. NASA

wartapakwan.co.id, JAKARTA – Sepanjang tahun 2019, sederet peristiwa astronomi diprediksi akan menghiasi langit. Dimulai dengan gerhana bulan darah serigala pada 20 sampai 21 Januari, hujan meteor, dan bulan biru.

http://wartapakwan.co.id/2019/01/19/gerhana-bulan-21-januari-2019-pengaruhi-pasang-air-laut-di-indonesia/

  1. Gerhana Bulan Darah Srigala
    Gerhana bulan darah srigala atau Super wolf blood moon eclipse. Berlangsung pada 20 Januari pukul 21:36 waktu setempat hingga 21 Januari lewat tengah malam. Sayangnya zona waktu yang berlaku adalah Eastern Standard Time (EST), bersamaan dengan pagi hari di Indonesia sehingga penduduk RI kemungkinan tak dapat melihatnya. Daerah yang bisa menyaksikannya, antara lain di seluruh Amerika Utara dan Selatan, serta bagian dari Eropa dan Afrika.
  2. Super Blue Blood Moon
    Supermoon terjadi ketika bulan berada di jarak terdekatnya dengan bumi.
    Fenomena ini akan terjadi pada 19 Februari 2019 dan bulan akan terlihat 30 persen lebih terang, serta 14 persen lebih besar dari bulan purnama biasa. Saat itu, jarak bumi dan bulan lebih kurang 356.000 km.
  3. Hujan Meteor Eta Aquarid
    Fenomena ini akan terjadi pada 6-7 Mei 2019. fenomena alam itu terjadi ketika puing-puing dari Komet Halley melewati Bumi. Bit kosmik tersebut dilaporkan terbakar di atmosfer Bumi, menghasilkan hujan meteor tahunan Eta Aquarid.
    Penduduk di belahan Bumi utara akan melihat hingga 30 meteor per jam, sedangkan mereka di belahan Bumi selatan akan melihat hingga 60 meteor per jam.
  4. Oposisi Jupiter
    Jupiter akan berada di jarak terdekatnya dengan bumi (dikenal dengan istilah oposisi Jupiter) pada 10 Juni 2019. Saat itu, jarak Jupiter dari bumi adalah sekitar 4,28 AU (1 AU=150 juta km).
    Anda bisa melihat Planet Jupiter dengan mata telanjang, berupa bintang kuning terang yang tidak berkedip-kedip.
  5. Gerhana matahari total
    Gerhana matahari total akan berlangsung 2 Juli. Sebagian besar gerhana ini akan terjadi di atas Samudra Pasifik, namun akan terlihat di beberapa bagian di negara Chili dan Argentina. Belum ada informasi lebih detail mengenai daerah lain yang dapat menyaksikannya.
  6. Gerhana Bulan Parsial
    Gerhana bulan parsial terjadi pada 17 Juli 2019. akan berlangsung selama 5 jam 34 menit, dengan fase parsial selama 2 jam 58 menit. Proses gerhana bisa diamati mulai pukul 01.34 WIB.
    Fase parsial akan dimulai pukul 03.01 WIB dan puncaknya akan terjadi pada pukul 04.30 WIB. Gerhana akan berakhir pada 05.59 WIB.
  7. Hujan Meteor Perseid
    Fenomena ini merupakan hujan meteor terbaik setiap tahunnya. Anda dapat menyaksikannya di langit pada tanggal 13 Agustus. Sekitar 50 hingga 100 meteor akan muncul per jam.
  8. Hujan Meteor Orionid
    Puncak hujan meteor Orinoid akan terjadi pada 21 Oktober 2019, dengan intensitas 10-20 meteor per jam yg akan menghiasi langit malam. Hujan meteor ini berasal dari sisa-sisa Komet Halley.
  9. Hujan Meteor Geminid
    Puncak hujan meteor Geminid akan terjadi pada 14 Desember 2019. Per jamnya akan muncul sekitar 80 meteor di langit. Hujan ini bisa diamati mulai pukul 2 dini hari.
  10. Gerhana Matahari Cincin
    terjadi tanggal 26 Desember 2019, Jalur gerhana akan dimulai di Arab Saudi dan bergerak ke timur melalui India selatan, Sri Lanka utara, Samudra Hindia, dan Indonesia sebelum berakhir di Samudra Pasifik. Dari fenomena tersebut, ada yg bisa diamati di indonesia ada juga yang tidak. Ada juga yg hanya bisa diamati melalui teleskop. (*)

Sumber : Berbagai sumber
Editor    : Bambang Supriyadi