1.300 Ulama dan Kiai Kota Bogor Dukung Jokowi-Ma’ruf Amin, Siap Door to door Perangi Kampanye Hitam

Featured Nasional News POLHUKAM

Ribuan jamaah, alim ulama dan kyai di Bogor mendukung Pasangan Capres nomor urut 01. Foto: Istimewa.

BOGOR, wartapakwan.co.id – Ribuan jamaah alim ulama dan kyai yang berasal dari para pimpinan Pondok Pesantren, pimpinan Majelis Ta’lim, Ketua DKM Masjid dan Mushola, para Kyai Kampung, Ustad serta Ustadzah, menghadiri doa bersama untuk Pilpres damai dan deklarasi dukungan alim ulama Kota Bogor kepada Capres dan Cawapres 01, Jokowi-KH Ma’ruf Amin di Gedung Braja Mustika, Kota Bogor, Jumat (01/3/2019).

Secara berangsur-angsur, para peserta hadir dan memadati aula Braja Mustika untuk mengikuti kegiatan deklarasi. Sekitar 1.300 peserta yang hadir terlihat antusias dan khusyu mengikuti jalannya acara. Tampak hadir Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser beserta jajarannya untuk melakukan pengamanan di seluruh area deklarasi.

Secara khusyu, seluruh peserta mengikuti doa dan dzikir bersama yang dipimpin oleh Kyai Hamzah Maulana. Setelah itu dilakukan pembacaan deklarasi dukungan para alim ulama kepada pasangan 01 Jokowi-KH Ma’ruf Amin yang dipimpin oleh KH Fuad Fitri Fachrurrozie, dan didampingi inisiator Gema Aswaja Kota Bogor Zaenul Mutaqin, para kyai ulama diantaranya, KH Mustofa Abdullah Bin Nuh, KH Agus Fauzan, KH Sowi, KH Yasir, KH Taufik Khudori, KH Khudori Hamid, KH Zaenal Abidin, KH Badrin, KH Sofian Sidik, KH Nafis, KH Asep Zulfikar, KH Jejen, KH Asep Abdul Wadud, KH Ade Mulyana.

Alim ulama, kiai dan ustad serta ustadzah se-Kota Bogor mendukung Capres nomor urut 01. Foto: istimewa

Inisiator Gema Aswaja Kota Bogor, Zaenul Mutaqin, mengungkapkan, Gema Aswaja ini adalah gerakan masyarakat ahli sunnah wal jamaah, yang di inisiasi oleh kami kader Nahdlatul Ulama Muda yang kemudian misi kami adalah ingin mengedukasi masyarakat, agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh hoax, ujaran kebencian yang sifatnya ingin memecah belah umat Islam dan juga ingin menghancurkan kerukunan antar umat beragama di Indonesia.

“Jadi ini adalah sebuah gerakan moral dan sosial yang mana kita ingin dalam kontestasi Pilpres ini berjalan dengan damai, aman dan tentu saja kondusif, karena bagi kita Pilpres 2019 ini, kami melihat tidak hanya sekadar Pilpres, tapi ada gerakan yang ingin merubah konstitusi negara ini dari Pancasila menjadi faham baru yang tidak sesuai dengan karaker pancasila,” katanya.

Zaenul juga mengapresiasi kehadiran para alim ulama dan kyai dari 68 Kelurahan se-Kota Bogor. Semuanya hadir dan bersatu memanjatkan doa bersama untuk kondusifitas menjelang Pilpres. Acara inipun dalam rangka berdoa kepada Allah SWT untuk menghindari gesekan gesekan antar agama, ras, suku dan lainnya sehingga Pilpres nanti bisa berjalan dengan lancar, aman, tentram, damai dan kondusif.

Tokoh masyarakat Kota Bogor yang juga Ketua DPC PPP Kota Bogor ini menjelaskan, pesta demokrasi ini harus berjalan aman dan lancar untuk memilih para pemimpin pemimpin, dari mulai Presiden dan Wakil Presiden, anggota DPD RI, anggota DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kota Bogor.

“Kami meminta arahan dari semua ulama, kyai, ajengan untuk hal tersebut. Kami ingin kita mempunyai satu visi misi yang sama terhadap pemilu 2019. Kami ingin menyampaikan kepada seluruh masyarakat dibantu para alim ulama, kyai, pimpinan ponpes untuk melakukan sosialisasi kepada masing masing jemaah. Dengan deklarasi dukungan ini, mari kita kuatkan kebersamaan dan persatuan dalam memenangkan pasangan 01 Jokowi-KH Ma’ruf Amin di Kota Bogor,” jelasnya.

Menurut Zaenul, Pemilu 2019 saat ini cukup berbeda terutama Pilpres, dimana suhu politik cukup panas, banyak isu isu yang menyebar di masyarakat, hoax serta ujaran kebencian demi politik terlebih terkait Pilpres. Diharapkan semua pihak memberikan edukasi kepada masyarakat secara door to door, baik di perkotaan maupun wilayah padat penduduk, sebab sekarang tidak ada lagi yang bisa kita lakukan selain menyampaikan pada masyarakat secara langsung, bahwa ini adalah proses demokrasi, bukan politik yang kemudian segala macam cara dihalalkan untuk memecah belah dua kekuatan menjadi ancaman pecah belahnya kesatuan negara republik Indonesia.

“Pak Jokowi adalah pemimpin kita dan bangsa Indonesia, dimana beliau cukup sabar untuk menghadapi hal hal yang negatif yang menyerangnya. Tidak hanya itu, Kyai Ma’ruf Amin pun seorang tokoh agama dan banyak ujaran ujaran kebencian yang menyudutkan ulama ulama. Padahal, kita tidak diajarkan untuk melakukan hal hal tersebut. Oleh karena itu, kami mengajak kepada seluruh masyarakat khususnya umat islam, mari kita sama sama hindari dan tangkal serta tangkal siapapun yang ingin memecah belah umat islam khususnya di Kota Bogor,” imbuhnya.

Zaenul juga memohon doa dan bimbingan kepada kesepuhan, kyai, ajengan yang sudah kami anggap sebagai guru kita semua sehingga bisa membimbing kami kejalan yang benar, bukan merusak atau memecah belah kerukunan umat beragama, bangsa dan negara khususnya merusak pesta demokrasi Pilpres. “Mari kita bersama sama berjuang untuk bangsa kita semua. Deklarasi adalah cara kita untuk berkomitmen dan menyatakan dukungan kepada Jokowi-Ma’ruf Amin memenangkan Pilpres 2019 ini,” tandasnya.

Wakil Ketua Umum TKN Jokowi-KH Ma’ruf Amin, Rosan P. Roeslani usai kegiatan deklarasi mengatakan, kehadiran para alim ulama se-Kota Bogor yang hadir mendeklarasikan mendukung Jokowi-KH Ma’ruf Amin ini, memberikan energi dan spirit dalam langkah perjuangan di Pilpres 2019 ini. Kegiatan ini sangat luar biasa dan patut di apresiasi.

“Saya mendapatkan telepon dari pak Jokowi yang mengucapkan salam hormat dan permintaan maaf karena tidak bisa hadir disini, tetapi pikiran dan hati beliau ada bersama kita. Pilihan sebentar lagi, mari kita bersama-sama menyatukan hati dan menguatkan keyakinan kita untuk memenangkan pasangan 01 Jokowi-KH Ma’ruf Amin,” ucapnya. (tjahyadi ermawan)