You are currently viewing Wujud Syukur Kepada Allah, Yayasan Kinanti Bakti Pertiwi Hadir untuk Support Siswa Dhuafa

Wujud Syukur Kepada Allah, Yayasan Kinanti Bakti Pertiwi Hadir untuk Support Siswa Dhuafa

Foto Bawah: Kinanti menjadi inspirasi bagi sang ibu dalam mendirikan Yayasan Kinanti Bakti Pertiwi.

SETIAP anak berhak atas pendidikan yang layak dan berkualitas, tak terkecuali mereka yang berada di pelosok desa sekalipun. Akan tetapi, tak sedikit keluarga di pelosok yang terkendala dana untuk bisa menyekolahkan putra-putri mereka.

Berangkat dari kondisi tersebut, pada tahun 2012 berdirilah Rumah Baca Alif di Kampung Bitung Ratna, Desa Bitungsari, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor yang dipersembakankan untuk warga dhuafa. Sosok penggeraknya adalah Sri Hartati, seorang sarjana kependidikan.

Lalu, mengapa Sri memutuskan untuk mendirikan  Rumah Baca Alif yang menjadi cikal bakal berdirinya RA Alif dan SDIT Alif di bawah naungan Yayasan Kinanti Bakti Pertiwi? Lanjut Sri, hal ini tidak lain sebagai tanda syukur kepada Allah SWT yang sudah memberikan banyak pertolongan dan kemudahan kepadanya.

“Kinanti, anak saya menderita hedrosefalus. Dia harus menggunakan alat bantu selang dari otak hingga perut untuk mengalirkan cairan otaknya. Divonis dokter, Kinanti akan cacat dan sekolah di sekolah berkebutuhan khusus. Namun, Alhamdulillah atas pertolongan Allah, Kinanti tumbuh layaknya anak normal dan saat ini sudah kelas 4 di SD Pertiwi Bogor,” ujar Sri.

Tergerak dari hal itu, sebagai wujud syukur kepada Allah SWT, Sri mendirikan Yayasan Kinanti Bakti Pertiwi yang didedikasikan bagi pendidikan kaum dhuafa.

Sebagai awal adalah Rumah Baca Alif.  Inilah kemudian yang menjadi cikal berdirinya Raudatul Athfal (RA) Alif pada Tahun 2013, dan SDIT Alif pada tahun 2017 ini. “Awalnya kami menyasar anak-anak dari keluarga dhuafa. Alhamdulillah, seiring berjalan waktu animo baca masyarakat sangat tinggi. Sehingga kami akhirnya secara bertahap bisa mendirikan RA Alif dan sekarang SDIT Alif untuk menampung anak dari semua kalangan,” jelas Sri.

Namun demikian,  Yayasan Kinanti Bakti Pertiwi tetap memberikan perhatian kepada warga dhuafa dengan diterapkannya system subsidi silang. “Kami menerima iuran bulanan dari siswa mampu dan bagi kaum dhuafa bebas biaya,”papar Sri yang secara khusus berterima kasih kepada kepsek, jajaran guru, dan TU serta penjaga sekolah yang sudah bekerja keras dan ikhlas dalam membesarkan RA Alif.

Saat ini, RA ALIF memiliki program khusus pendampingan  bagi anak anak yatim dan dhuafa yang putus sekolah dengan usia di atas 8 tahun  yang belum bisa membaca untuk dibimbing secara intens sampai siap melanjutkan sekolah kembali. Karena desakan dari orang tua siswa RA ALIF mengenai pendidikan berjenjang di Yayasan Kinanti Bakti Pertiwi, maka pada tahun 2017 Yayasan Kinanti Bakti Pertiwi membuka program SDIT ALIF dengan ketentuan yang sama yaitu tidak memungut biaya bagi kaum dhuafa. (Cay)