Wakil Asisten Teritorial (Waaster) Brigjend TNI Marinir Purnomo Bersama Komponen Masyarakat Cipanas Cianjur Hadiri Aksi Bela Negara

POLHUKAM

 

Wartapakwan,co.id.CIANjUR – Ratusan warga Cipanas dari berbagai element komponen masyarakat, menghadiri acara aksi Bela Negara, guna meningkatkan ketahanan pangan masyarakat dalam rangka serbuan teritorial, bertempat di Aula Vila Lotus, Cipanas, Jawa Barat, Jumat (19/07/2019).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Asisten Teritorial (Waaster) Brigadir Jenderal TNI Marinir Purnomo, Danrem 071/ Purwokerto Kolonel Kavaleri Dani Wardhani, Dandim 0608/Cjr Letkol Inf Rendra Dwi Ardhani, Kapolres Cianjur AKBP Soliyah, dan unsur Forkopimcam.

Menurut Wakil Asisten Teritorial (Waaster) Brigadir Jenderal (Brijen) TNI Marinir Purnomo mengatakan, bahwa pangan merupakan kebutuhan yang sangat mendasar bagi manusia. “Ketahanan pangan merupakan tuntutan hak asasi setiap individu,” kata Purnomo. Ia menjelaskan, sesuai dengan undang-undang no 18 tahun 2012 yang merupakan revisi undang-undang no 7 tahun 1996 tentang pangan. Maka ketahanan pangan menjadi urusan wajib yang harus ditangai oleh pemerintah pusat maupun daerah,

Menurutnya, hingga saat ini yang menjadi bahan komsumsi bagi masyarakat adalah beras. Sementara untuk bahan pangan lainnya seperti umbi-umbian, kacang-kacangan, dan buah-buahan masih relatif jarang dikomsumsi oleh masyarakat. “Kondisi seperti ini tentunya tidak menguntungkan, baik itu dari sisi kesehatan, maupun dari sisi upaya pengendalian pangan,” ujarnya. Pencetus pupuk nutrisi Wijaya Kusuma, Danrem 071 Wijaya Kusuma Purwekerto Kolonel Kaveleri Dani Wardani mengatakan, bahwa pupuk tersebut diberikan nama Wijaya Kusuma karena disesuaikan dengan nama Koremnya. Dikatakan Dani, pupuk wijaya kusuma ini memiliki kegunaan dan manfaat bagi kesuburan tanah yang akan dilakukan untuk bercocok tanam. Disamping itu juga dengan menggunakan pupuk nutrisi Wijaya Kusuma bisa mempersingkat masa panen. “Untuk produksinya pun sangat berkualitas dan sehat. Selain itu tidak mengandung zat kimia,” kata Dani Dani menerangkan, kondisi pertanian di wilayah teritorial 071 Wijaya Kusuma sangat memprihatinkan khsususnya masalah tanah yang berkisar antara 4 hingga 5 PH. Melihat kondisi tersebut pihaknya langsung mencari solusi dan muncul ditengah masyarakat khususnya para petani agar penghasilannya meningkat dengan begitu bisa sejahtera. “Dan setelah menggunakan aplikasi nutrisi Wijaya Kusuma, hasil pertanian para petani pun meningkat yang begitu signifikan,” katanya. Untuk mempermudah jangkauan bagi para petani di wilayahnya lanjut Danrem 071 Wijaya Kusuma Kolonel Kavelri Dani Wardani, mendirikan beberapa demplot pupuk yang disebar dimasing-masing kodim di wilayah Korem 071 Purwekerto. Kata Danrem, bunga Wijaya Kusuma indentik dengan bunga sakral, karena hanya mekar pada jam 12 malam selain itu juga mengeluarkan wangi yang begitu khas. Pihaknya berharap kedatangannya ke Cianjur ini bisa mengharumkan bagi semua warga Cianjur khsususnya bagi para petani. Sementara itu, Dandim 0608/ Cjr Letkol Inf Rendra Dwi Ardhani mengatakan, sangat apresiasi dengan adanya pupuk nutrisi Wijaya Kusuma temuan dari Korem 071 Purwokerto. Menurutnya para petani khususnya juga disarankan untuk menggunakan pupuk tersebut agar hasil pertaniannya melimpah. “Pertanian di Purwokerto sendiri saat cukup berhasil dengan menggunakan nutrisi Wijaya Kusuma yang merupakan hasil karya anak bangsa, jadi saya harap bagi masyarakat Cianjur khususnya para petani untuk menggunakan pupuk atau nutrisi Wijaya Kusuma,” pungkasnya.(Denni Krisman)