Tertibkan Administrasi Data Kelompok Kecamatan Carita Revitalisasi Poktan dan Gapoktan

Publikasi

Pandeglang : Dalam rangka tertib administras data kelompok dan untuk mensukseskan program Komando Strategis Pembengunan Pertanian (Kostratani), Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kostratani Kecamatan Carita melakukan revitalisasi kelompok tani (Poktan) dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) tingkat kecamatan Carita Kabupaten Pandeglang Banten.

Hal tersebut diungkapkan Kusmana koordinator BPP Kostratani Carita, di Pandeglang kepada Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP ) Ciawi Bogor, Sabtu, (26/12).

Selain itu kata Kusmana juga untuk memperkuat kelembagaan pertanian dan mempermudah pembinaan terhadap kelompok tani mengingat masih banyak petani yang belum tergabung dalam poktan, kemampuan manajerial pengurus yang rendah dengan kesadaran anggota mengikuti berbagai kegiatan kelompok juga rendah.

“ Karena belum semua petani tergabung dalam poktan, dan masih rendahnya kemampuan manajerial pengurus, dan masih rendahnya kesadaran anggota untuk ikut serta dalam kegiatan – kegiatan kelompok.

Revitalisasi ini juga dimaksudkan untuk membentuk dan mengaktifkan kembali serta memperkuat kelembagaan petani yang ada. Terdapat empat penumbuhan kelompok baru dan yang direvitalisasi ada enam poktan dan tiga gapoktan. Poktan dan gapoktan ini berada di desa Pejamben yakni poktan Tani Mukti dan Sri Harapan Mulya, desa Sindanglaut poktan Sinar Bukit dan Citra Saluyu, desa Sukanagara poktan Barata Tani dan gapoktan Mitra Tani di desa Tembong.

“ Jumlah poktan di Carita awalnya ada 62 poktan. Ada penumbuhan kelompok baru sebanyak empat kelompok dan yang direvitalisasi ada enam kelompok tani. Gapoktan ada 10 yg direvitalisasi ada tiga gapoktan, “ jelasnya.

Kusmana menuturkan peran pengurus kelompok tani sangat besar untuk ikut memajukan para petani di lingkungannya sehingga mampu menjadi petani mandiri yang pada akhirnya mampu untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Harapannya, cita-cita Indonesia untuk swasembada beras dapat tercapai kembali dan masyarakat menjadi sejahtera.

Dihubungi terpisah Eli Safitri Penyuluh Kecamatan Carita berharap dengan revitalisasi ini akan tercipta poktan yang kompak, efektif dan efisien dalam menyampaikan informasi ke anggota.

Adanya pengurus poktan yang tidak amanah merupakan tanntangan tersendiri bagi penyuluh untuk itu Ia bersama PPL Kecamatan Carita lain bertekad akan terus meningkatkan pembinaan kepada para petani.

Tertib administrasi sejalan dengan arahan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi yang meminta penyuluh rutin mengunggah data petani yang dilengkapi Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai acuan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (eRDKK). Data ini akan menjadi acuan Kementerian Pertanian RI dalam mengukur secara tepat jumlah petani dan alokasi pupuk bersubsidi pada tiap kelompok tani (Poktan).

Sementara itu Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan integrasi data dapat mendukung dan mendorong terbentuknya Satu Data Pertanian Indonesia, untuk menyongsong masa depan pertanian nasional maju, mandiri dan modern..(Regi/PPMKP).