You are currently viewing Ratusan Warga Bojong Koneng Gelar Aksi Damai di depan Kantor Sentul City

Ratusan Warga Bojong Koneng Gelar Aksi Damai di depan Kantor Sentul City

orasi dan aksi damai warga Bojong Koneng, menuntut pembebasan kades mereka. Foto: Adi

Wartapakwan.co.id, BABAKAN MADANG – Ratusan warga desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat gelar aksi damai dan istigasah di depan Kantor pemasaran PT Sentul City, Senin ( 24/9).

Aksi damai dan istigasah yang mereka lakukan merupakan suatu aksi protes atas penahanan terhadap Kepala Desa Bojong Koneng, Agus Syamsudin yang diduga tersandung kasus penyerobotan tanah dan pemalsuan surat tanah milik PT Sentul City.

Sementara menurut Ketua RW 07 Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Lukman, mereka menuntut dibebaskan Kepala Desa Bojong Koneng yang sudah ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibinong, Kabupaten Bogor sejak dua bulan lalu.

“Tuntutan kami warga Desa Bojong Koneng hanya satu yaitu kepala desa kami dibebaskan dari tuntutan hukum, kami pantang pulang sebelum kepala desa kami pulang, itu tujuan kami,” tuturnya pada wartapakwan.co.id

Pihaknya mengaku akan bertahan dilokasi jika mediasi dengan PT Sentul City deadlock.

“Kalau mediasi ini buntu kami akan bertahan disini sampai Kepala Desa kami dikeluarkan, kami merasa dikriminalisasi sama pihak sentul, kami merasa selalu diintimidasi dan di kebelangkangkan padahal kami ini warga asli pribumi Desa Bojong Koneng kami merasa terusik kami merasa terganggu dengan adanya sentul,” ungkapnya.

Terpisah, Advisor PT Sentul City, Alfian Mujani, mengatakan, “Para tokoh masyarakat kemudian warga masyarakat Bojong Koneng melakukan unjuk rasa disini, pertama mereka meminta Kepala Desa Bojong Koneng Agus Syamsudin dibebaskan dari tahanan dan mereka meminta aset-aset milik PT Sentul City yang sudah disertifikasi di ubah menjadi milik mereka, saya tidak bisa berbuat apa-apa karena kasus pak Agus itu kan dalam proses hukum, nah kasus pidana yang sedang proses hukum tidak mungkin kita intervensi, jangankan sentul city sebagai perusahaan, pejabat pun tidak bisa melakukan itu,”jelasnya.

(adi/wartapakwan.co.id)