You are currently viewing PWI Kota Bogor Gelar Pameran Kilas Balik Insan Pers Antar Waktu

PWI Kota Bogor Gelar Pameran Kilas Balik Insan Pers Antar Waktu

Suasana pameran PWI Kota Bogor, Kilas Balik Antar Waktu. Foto: Elvas/wartapakwan

Wartapakwan.co.id- memperingati Rangkaian Hari Pers Nasional ke- 72 Tahun 2018. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) cabang Kota Bogor menggelar kegiatan Pameran Foto Kilas Balik Insan Pers Antar Waktu. di Jalan Kesahatan No 4, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Selasa (27/02/2018).

Menurut Ari Surbaktie Selaku ketua PWI Kota Bogor menjelaskan, kegiatan hari ini merupakan puncak peringatan hari Pers Nasional Tingkat Kota Bogor dengan tema kilas Balik insan Pers antar waktu.

“kita memamerkan foto 50 bingkai foto yang berkaitan dengan wartawan baik di era 70,80,90 hingga masa kini, disamping foto kita juga memamerkan beberapa perlatan sejarah untuk kinerja wartawan berupa mesin Tik, Pejer, Handphone jenis lama dan laptop pertama yang muncul saat itu.” ujar Ari Surbaktie.

Acara ini pun berlangsung selama tiga hari mulai dari tanggal 27 febuari sampai atanggal 1 maret 2018 dan terbuka untuk umum.

“kita ingin memperkenalkan juga insan pers yang ada di Kota Bogor kepada publik secara umum, jika ingin mengetahui apa saja kerja dan peralatan yang di gunakan oleh wartawan dalam melakukan kinerjanya bisa berkunjung Ke sekertariat PWI Kota Bogor.” Lanjut Ari.

Kegaiatan ini bertemakan tentang antar waktu dan juga bertujuan untuk menghargai diri sendiri sebagai insan pers serta menghargai senior dan sesepuh wartawan yang ada di Bogor maupun di luar Bogor .

” kita mengambil teman antar waktu karena walau bagaimanpun ada peran- peran kontribusi para sesepuh atau senior wartawan di era lalu, kita tidak akan begini kalau tidak ada mereka, intinnya kita menghargai menghargai sejarah dan orang tua pada notaband nya memberikan banyak hal kepada kita baik ilmu maupun hal yg lainnya.” sambung Ari.

Pameran foto ini di pamerkan di gedung wartawan pertama yang di bangun oleh PWI Kota Bogor pada tahun 1993 lalu.

“di pilihnya gedung ini Ensensinya ialah bagaimana kita melawan lupa, supaya tidak lupa bahwa kita semua pernah memiliki kenangan, tinggal disini dan menggunakan tempat ini dan menjadi rumah sejarah bagi wartawan Bogor baik yang lama maupun yang baru.” Pungkasnnya. (Sandika)