You are currently viewing Driver Ojeg Online dan Sopir Angkot (Laladon) Sepakat untuk Saling Menahan Diri

Driver Ojeg Online dan Sopir Angkot (Laladon) Sepakat untuk Saling Menahan Diri

Bupati Bogor Hj Nurhayanti menghimbau semua pihak untuk saling menahan diri. Dok: WP. Foto Atas: Deklarasi Damai di Mapolres Bogor yang dihadiri organda, sopir dan perwakilan ojeg online. Foto: Istimewa

Koordinator ojeg online dan perwakilan sopir angkot sepakat untuk menghindari aksi main hakim sendiri dan saling menahan diri. Demikian hasil mediasi dan deklarasi damai yang digelar oleh Muspida Kabupaten Bogor, Rabu (22/3) malam sekira pukul 20.30 WIB di Mapolres Bogor.

“Semuanya diminta untuk saling menahan diri, baik dari ojeg online maupun angkot. Supaya sama-sama bisa mencari nafkah dengan tenang,” jelas Bupati Bogor Hj. Nurhayanti kepada wartapakwan.Dalam mediasi tersebut, angkot diwakili Organda Kabupaten Bogor, dan perwakilan Ojeg online kabupaten Bogor (gojek, grab & Uber). Sedangkan dari aparat hadir tuan rumah Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky,  Dandim 0621 Kabupaten Bogor Letkol Fransisco, dan Kadishub Kabupaten Bogor.

“Secara umum kondisi terkendali, mudah-mudahan hasil mediasi bisa terlaksana dengan baik di lapangan,” harap Nurhayanti. (cay)

Kesepakatan Hasil Mediasi

– Hari Ini  tetap beroperasi seperti biasa baik angkot maupun ojeg

– Keduanya sepakat menahan diri dan menahan kelompok masing-masing untuk tidak main hakim sendiri.

– Bila ada informasi terkait suatu kekerasan atau kejadian akan disampaikan kepada satgas yg dibentuk beranggotakan polres, Kodim, Dishub, organda dan kordinator ojeg online. Satgas akan bertugas untuk melakukan konfirmasi dan pengecekan terkait informasi yang ada.

– Kedua belah pihak akan menjunjung tinggi dan menjaga kondusifitas kemanan kabupaten bogor

– Sepakat untuk menyerahkan masalah hukum ke aparat berwenang untuk menindaklanjuti.