You are currently viewing Pejabat dari 10 K/L Asah Kemampuan di PPMKP

Pejabat dari 10 K/L Asah Kemampuan di PPMKP

Ciawi–Sebanyak 40 pejabat dan calon pejabat administrator (eselon III) dari 10 Kementerian dan Lembaga hadir pada pembukaan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat III (Diklatpim III) di Komplek Bumi, Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi, Bogor, Selasa (17/7 lalu).
Para pejabat yang berasal dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP dan PA), Badan Keamanan Laut RI (Bakamla RI), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Pohulkam RI), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), Sekretariat Jenderal MPR RI dan DPR RI, Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia (Kemenko Kemaritiman) menjadi peserta pelatihan yang berlangsung dari 16 Juli hingga 14 November 2018.
Diklat yang secara resmi dibuka Kepala PPMKP, Heri Suliyanto ini menjadi syarat wajib untuk bagi pegawai untuk menduduki jabatan setingkat eselon III. Dalam diklat ini, peserta akan diasah kemampuannya mengelola birokrasi pemerintahan berorientasi perubahan. Peserta akan diajak untuk mengembangkan kompetensi kempemimpinan taktikal yang akan berperan dalam pelaksanaan tugas kepemerintahan di instansinya masing-masing.
Dalam durasi 93 hari kerja pelaksanaan diklat,, para peserta akan mengikuti lima tahap pembelajaran. Yakni tahap diagnosa kebutuhan perubahan, tahap taking ownership (breakthrough I), tahap merancang proyek perubahan dan membangun tim, tahap laboratorium kepemimpinan (breakthrough II), dan tahap evaluasi.
Dalam sambutannya, Heri Suliyanto, mengucapkan selamat berlatih dan mengembangkan potensi kepemimpinannya di PPMKP. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian dan Lembaga mitra kerja PPMKP yang telah mempercayakan para pejabatnya untuk dilatih di PPMKP.
Heri mengharapkan, di akhir diklat nanti peserta bisa menghasilkan Proyek Perubahan yang yang bermanfaat bagi institusinya sebagai output dari diklat yang telah diikuti. Menurut Heri, di PPMKP terdapat Widyaiswara yang mumpuni untuk diklat pim karena kebanyakan pernah menduduki jabatan tinggi di Kementerian Pertanian. “Jadi manfaatkan kesempatan yang ada untuk sharing knowledge dengan para widyaiswara ini,” pungkas Heri.***